Laporkan Masalah

PERAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN COMMUNITY BASED TOURISM (Studi kasus pengembangan wisata Rawa Jombor)

RIZKY MELYN ISNANTI, Puguh Prasetyo Utomo, S.IP., M.P.A.

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Dengan menggunakan studi kasus dan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam pengembangan pariwisata Rawa Jombor dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan Community Based Tourism (CBT) dalam kurun waktu 1990 sampai dengan adanya pandemi Covid-19. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan 9 informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, regulasi, laporan atau dokumen lainnya terkait pengelolaan Rawa Jombor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah bersifat konstruktif dan destruktif dalam pengembangan Rawa Jombor. Peran pemerintah yang bersifat konstruktif teridentifikasi sebagai fasilitator, motivator, dan dinamisator yang mendukung keberlangsungan CBT di Rawa Jombor. Dari kesepuluh prinsip-prinsip pokok CBT (Suansri, 2003), terdapat 8 (delapan) prinsip yang teridentifikasi dalam pengembangan pariwisata Rawa Jombor walaupun masih terbatas atau belum optimal. Sedangkan dua prinsip lainnya belum diterapkan karena terdapat peran pemerintah yang bersifat destruktif atau menghambat keberlangsungan CBT atau pada laporan penelitian ini disebut dengan peran disturber.

Using case studies and a qualitative approach, this study aims to determine the role of the government in the development of Rawa Jombor tourism and its influence on the sustainability of Community Based Tourism (CBT) in the period 1990 to the Covid-19 pandemic. Primary data in this study were obtained from observations, documentation, and interviews with 9 informants, while secondary data was obtained from literature studies, regulations, reports, or other documents related to the management of the Rawa Jombor. The results showed that the government's role was constructive and destructive in the development of Rawa Jombor. The government's constructive role was identified as a facilitator, motivator, and dynamist who supports the sustainability of CBT in Rawa Jombor. Of the ten main principles of CBT (Suansri, 2003), there are 8 (eight) principles identified in the development of Rawa Jombor tourism, although they are still limited or not optimal. While the other two principles have not been implemented because there is a government role that is destructive or hinder the sustainability of CBT or in this research report called the role of the disturber.

Kata Kunci : peran pemerintah, pengembangan pariwisata, rawa jombor, community based tourism

  1. S1-2022-424681-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424681-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424681-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424681-title.pdf