Laporkan Masalah

Penyesuaian perkawinan suami dan istri ditinjau dari orientasi religius, kecerdasan emosional, dan usia perkawinan pada masa dewasa awal

WAHYUNINGSIH, Hepi, Dr. Supra Wimbarti, MSc

2003 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan tingkat penyesuaian perkawinan ditinjau dari status dalam perkawinan dan orientasi religius pada masa dewasa awal; (2) peranan kecerdasan emosional dan usia perkawinan dalam memprediksi penyesuaian perkawinan yang dimiliki suami pada masa dewasa awal; (3) peranan kecerdasan emosional dan usia perkawinan dalam memprediksi penyesuaian perkawinan yang dimilik istri pada masa dewasa awal. Hipotesis yang diajukan adalah: (1) ada perbedaan tingkat penyesuaian perkawinan ditinjau dari status dalam perkawinan dan orientasi religius pada masa dewasa awal; (2) ada hubungan antara kecerdasan emosional dan umur perkawinan dengan penyesuaian perkawinan suami pada masa dewasa awal; (3) ada hubungan antara kecerdasan emosional dan umur perkawinan dengan penyesuaian perkawinan istri pada masa dewasa awal. Subyek pada penelitian ini terdiri dari 37 pasangan suami-istri yang berbeda pada masa dewasa awal, baru pertama kali menikah, memiliki agama yang sama, usia istri rata-rata 32 tahun; usia suami rata-rata 35 tahun. Data penelitian diperoleh dari skala penyesuaian perkawinan, skala orientasi religius, dan skala kecerdasan emosional. Hipotesis pertama diuji dengan tehnik analisis univariate anova. Hipotesis kedua diuji dengan tehnik analisis regresi. Hipotesis ketiga dengan tehnik analisis regresi. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat penyesuaian perkawinan ditinjau dari status dalam perkawinan dan orientasi religius pada masa dewasa awal. Hasil uji hipotesis kedua pada kelompok suami menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian perkawinan dan ada hubungan antara umur perkawinan dengan penyesuaian perkawinan pada suami. Hubungan antara umur perkawinan dengan penyesuaian perkawinan pada suami tidak linier melainkan berbentuk kurve. Berkaitan dengan umur perkawinan, penyesuaian perkawinan suami pada empat tahun pertama menurun drastis. Kecerdasan emosional mampu menjadi prediktor bagi penyesuaian perkawinan suami, sedangkan umur perkawinan tidak mampu menjadi prediktor bagi penyesuaian perkawinan suami. Hasil uji hipotesis ketiga pada kelompok istro menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian, sedangkan umur perkawinan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penyesuaian perkawinan pada istri hiperbola. Kecerdasan emosional mampu menjadi prediktor bagi penyesuaian perkawinan istri.

The research aimed to examine: (1) the difference among roles in marriage and religious orientation in marial adjustment; (2) the role of emotional intelligence and age of marriage in predicting marital adjustment by husbands; and (3) the role of emotional intelligence and age of marriage in predicting marital adjustment by views. The hypotesis was tested: (1) there was difference among roles in marriage and religious orientation in marial adjustment; (2) there the relationship among emotional intelligence, age of marriage and marital adjustement for husbands at young adulthood; (3) there the relationships among emotional intelligence, age of marriage and marital adjustment for wives at young adulthood. The subjects of this research were 37 couples, they have been first time marriage, they have same religion, the average age for wives was 32 years; for husbands it was 35 years. The data collection was done using DAS (Dyadic Adjustment Scale), religious orientation scale, and emotional intelligence scale. Hypothesis 1 was tested by univariate anova, hypotesis 2 was tested by regression analysis, and hypothesis 3 was tested by regression analysis. The result of analysis first hypothesis indicated no significant difference was found in marital adjustment viewed role in marriage and orientation religious. The result of second hypothesis indicated for husbands indicated there was relationship among emotional intelligence, age of marriage, and marital adjustment. Highers levels of emotional inttelligence will be associated with lower levels of marital adjustment for husbands. The relationship between age of marriage and marital adjustment form curve. Emotional intelligences as predictor of marital adjustment for husbands, but age of marrriage no. The result of analysis third hypothesis for wives indicated there was relationship between emotional intelligence and marital adjustmen, but age of marriage no. The relationship between emotional intelligence and marital adjustment form curve hiperbolic. Emotional intelligence as predictor of marital adjustment for wives.

Kata Kunci : Kecerdasan Emosi,Kedewasaan,Penyesuaian Perkawinan

  1. S2-2003-HepiWahyuningsih-abstract.pdf  
  2. S2-2003-HepiWahyuningsih-bliography.pdf  
  3. S2-2003-HepiWahyuningsih-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-HepiWahyuningsih-title.pdf