Laporkan Masalah

ANALISIS KUALITAS TIDUR PASIEN LANJUT USIA DENGAN PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR YANG MENJALANI HEMODIALISIS REGULER

ARIEF DARMAWAN, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer, SE, MM.; dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH

2022 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT DALAM

Latar Belakang: Secara global populasi lanjut usia diprediksi terus mengalami peningkatan. Peningkatan populasi lanjut usia berdampak pada kejadian penyakit tidak menular termasuk penyakit ginjal tahap akhir. Insidensi kualitas tidur rendah pada pasien hemodialisis mencapai 90,86%. Kualitas tidur yang rendah menyebabkan gangguan kognitif, demensia, waktu rawat inap yang panjang, peningkatan morbiditas, penurunan kualitas hidup dan peningkatan mortalitas. Tujuan Penelitian: Melakukan analisa terhadap faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pasien lanjut usia dengan penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisis reguler. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik obsevasional dengan menggunakan rancangan cross-sectional dengan waktu pelaksanaan 1 Desember s.d 1 Februari 2022. Populasi penelitian adalah semua pasien usia > 60 tahun dengan diagnosis penyakit ginjal tahap akhir yang masih aktif menjalani hemodialisis reguler. Data diambil melalui rekam medis dan kuesioner. Hasil Penelitian: Dari total 32 subjek diketahui 56,3% memiliki kualitas tidur yang rendah dengan proporsi terbanyak adalah laki-laki 71,9%, sebagian besar berusia >=65 tahun 75%. Dari analisis bivariat didapatkan adekuasi hemodialisis dan depresi sebagai variable yang bermakna dalam mempengaruhi kualitas tidur namun analisis multivariate pada tahap terakhir dari metode backward diketahui hanya depresi yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur p=0,045. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa depresi merupakan satu-satunya faktor risiko signifikan yang mempengaruhi kualitas tidur pasien PGTA lanjut usia yang menjalani hemodialisis reguler di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

Background: The number of older population is projected to keep increasing globally. The increase relates to higher prevalence of noncommunicable diseases, including the end-stage renal disease. Furthermore, 90.86% of patients with end- stage renal disease experience poor sleep quality. Poor sleep quality causes cognitive disorders, dementia, prolonged hospital stay, higher morbidity, lower life quality, and higher mortality. Objectives: Analyzing the factors influencing poor sleep quality of elder patients with end-stage renal disease undergoing regular hemodialysis. Method: This analytical observation study was conducted using a cross-sectional research design from December 1st to February 1st 2022. The population of the study included all patients aged over 60 years diagnosed with end-stage renal disease who underwent regular hemodialysis. Data were obtained from patients medical records and questionnaires. Results: Out of 32 subjects, 56.3% of which had poor sleep quality. Among those experiencing reduced sleep quality, 71.9% were male and 75% aged >=65 years. The results of bivariate analysis indicated that hemodialysis and depression were factors that adequately affected sleep quality. However, in the multivariate analysis done in the final step of the backward method, only depression was found to significantly affect the sleep quality p=0,045. Conclusions: In this study, depression was the only factor that significantly affected the sleep quality of elder patients with end-stage renal disease who underwent regular hemodialysis at RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

Kata Kunci : hemodialisis, kualitas tidur, lanjut usia, penyakit ginjal tahap akhir, elderly, end-stage renal disease, hemodialisis, sleep quality

  1. SPESIALIS-2022-422732-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2022-422732-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2022-422732-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2022-422732-title.pdf