Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA

DWI RACHMAT K, Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D

2022 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

Remaja adalah periode transisi dari anak menuju dewasa yang akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah. Pada masa ini, perkembangan emosional remaja memuncak menjadi lebih sensitif dan reaktif. Sehingga, diharapkan remaja memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengungkapkan emosi secara positif yang disebut regulasi emosi. Ayah memiliki penanan penting dan lebih dominan dalam pencapaian regulasi emosi anak. Studi ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan regulasi emosi remaja. Studi ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam studi ini adalah remaja dalam rentang usia 12-15 tahun di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik consecutive sampling, sehingga didapatkan 111 remaja. Instrumen Inventory of Father Involvement (IFI) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki hubungan dengan korelasi positif terhadap variabel regulasi emosi remaja dengan kekuatan korelasi yang kuat (p<0.05, r=0.778).

Adolescence is a period of transition from children to adults who will be faced with various challenges and problems. While at this time the emotional development of adolescents peaks to be more sensitive and reactive. Thus, it is expected that adolescents have the ability to control and express emotions positively which is called emotion regulation. Fathers have an important and more dominant role in achieving children's emotional regulation. The study aimed to determine the relationship between father involvement in parenting and emotion regulation in adolescence. This study was a descriptive-analytic with cross-sectional design. The population in this study selected was adolescents in the age range of 12-15 years in Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, and obtained a sample size of 111 adolescence using consecutive sampling technique. The Inventory of Father Involvement (IFI) and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) used in this study. The result showed that the father involvement in parenting had a positive and significant correlation with emotion regulation adolescence, where strong correlation strength (p<0.05, r=0.778).

Kata Kunci : ayah, regulasi emosi, remaja

  1. S2-2022-433612-abstract.pdf  
  2. S2-2022-433612-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-433612-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-433612-title.pdf