Laporkan Masalah

ANALISIS POLA KLASTER COVID-19 DI D.I. YOGYAKARTA BERDASARKAN LAPORAN SURVEILANS

MEUTIA FILDZAH S, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Desember 2019 dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Demam, batuk, dan kelelahan adalah gejala yang paling umum (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan bahwa COVID-19 adalah pandemi pada 11 Maret 2020. COVID-19 mudah menyebar melalui mobilitas penduduk. Sebagai salah satu tujuan wisata terbesar di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki mobilitas penduduk yang tinggi yang dapat menyebabkan penyebaran COVID-19. Penyebaran ini juga dapat menyebabkan terjadinya cluster hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola klaster dari setiap klaster COVID-19 di setiap kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan deskriptif observasional dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG digunakan untuk mengidentifikasi pola klaster COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½ Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klaster yang tercatat di setiap Dinas Kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan teknik total sampling dari data kasus klaster COVID-19 berupa data sekunder dari rekap data surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah klaster di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 24 klaster. Hasil: Jumlah cluster yang ditemukan dari data surveilans sebanyak 24 cluster. Kelengkapan variabel data dalam data surveilans di setiap Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota berbeda. Hasil yang diperoleh dari data surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di D. I. Yogyakarta menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Upaya deteksi dan penanggulangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan sebagai tindak lanjut laporan kasus terkonfirmasi. Upaya tersebut terdiri dari 3T (testing, tracing, dan treatment). Kesimpulan: Pola klaster COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah clustered.

Background: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by SARS-CoV-2 which first reported in Wuhan, December 2019 and rapidly spread throughout the world. Fever, cough, and fatigue are the most common symptoms (Indonesian Ministry of Health, 2020). The World Health Organization has declared that COVID-19 is a pandemic on March 11, 2020. COVID-19 is easily spread through population mobility. As one of the biggest tourist destination in Indonesia, Special Region of Yogyakarta has a high population mobility that can cause COVID-19 spreading. This spread can also causing a cluster until now. The aim of this research was to identify the cluster pattern of each COVID-19 cluster in every district in Special Region of Yogyakarta. Methods: This research used a observational descriptive using Geographic Information Systems (GIS). GIS was used to identify the COVID-19 cluster patterns in Special Region of Yogyakarta. The study time was carried out in March 2020 ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½ May 2021. The population in this study were all clusters recorded in each Health Office in Special Region of Yogyakarta using total sampling technique from the COVID-19 cluster case data in the form of secondary data from the surveillance recap data of the District and City Health Offices in Special Region of Yogyakarta. The total number of clusters in Special Region of Yogyakarta was 24 clusters. Results: The number of clusters found from the surveillance data are 24 clusters. The completeness of the data variables in the surveillance data at each District and City Health Service is different. The results obtained from the surveillance data of the Health Service in the District/City in D. I. Yogyakarta show that each region has different characteristics. Detection and response efforts are activities carried out by the Health Office as a follow-up to confirmed case reports. These efforts consist of 3T (testing, tracing, and treatment). Conclusion: The COVID-19 cluster pattern in Special Region of Yogyakarta is clustered.

Kata Kunci : COVID-19, pola klaster, Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. S2-2002-448503-tableofcontent.pdf  
  2. S2-2021-448503-abstract.pdf  
  3. S2-2021-448503-bibliography.pdf  
  4. S2-2021-448503-tableofcontent.pdf  
  5. S2-2022-448503-abstract.pdf  
  6. S2-2022-448503-bibliography.pdf  
  7. S2-2022-448503-title.pdf