Laporkan Masalah

Upacara Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Bingkai Otonomi Daerah 1999-2010

AJI NASTITI RIZKY F, Dr. Agus Suwignyo, M.A

2022 | Tesis | MAGISTER SEJARAH

Tesis ini membahas mengenai upacara adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam bingkai otonomi daerah pada tahun 1999-2010. Persoalan Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kondisi yang mengalami perubahan hingga revitalisasi terhadap sebuah identitas daerah. Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah bagaimana sebuah tradisi daerah menempatkan Erau di dalam seluruh dinamika pengembangan terutama pada kebijakan Gerbang Dayaku, sehingga Erau mampu memainkan peranan dalam pembangunan daerah di Kutai Kartanegara untuk menjadi simbol budaya lokal dan menjadi sarana dalam membangun identitas �orang Kutai�. Tesis ini berkesimpulan bahwa upacara adat Erau dan otonomi daerah dalam perspektif sejarah secara umum masih berhubungan dengan kebijakan-kebijakan politik kebudayaan dan tradisi daerah. Demi pengolahan potensi ekonomi daerah, maka Erau sebagai tradisi dan warisan budaya dikelola untuk tujuan pariwisata demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sistem desentralisasi dalam hal ini menjadi elemen inti di dalam penyelenggaran program pembangunan. Hadirnya program pembangunan Gerbang Dayaku merupakan unsur utama dalam memperkuat ketahanan upacara adat Erau sebagai sebuah identitas daerah. Erau mengalami proses �perubahan� dalam membangun jaringan dan kekuasaan, sehingga Erau menjadi sebuah ritual politik yang momentumnya dimanfaatkan sebagai revitalisasi budaya, termasuk diplomasi Erau untuk kepentingan birokrasi lokal dengan tujuan pembangunan daerah.

This thesis discusses about Erau traditional ceremony in Kutai Kartanegara Regency in the framework of regional autonomy in 1999-2010. The problem of Erau in Kutai Kartanegara Regency is a condition that undergoes changes to the revitalization of a regional identity. The main problem in this research is how a regional tradition places Erau in all development dynamics, especially the Gerbang Dayaku policy, whether Erau is able to play a role in regional development in Kutai Kartanegara to become a symbol of local culture and become a means of building the identity of the "Kutai�s people". This thesis concludes that Erau traditional ceremony and regional autonomy from a historical perspective are generally still related to the political policies of culture and regional traditions. For the sake of processing regional economic potential, Erau as a tradition and cultural heritage was managed for tourism purposes in order to increase local revenue. The decentralized system in this case is a core element in the implementation of development programs. The presence of the Gerbang Dayaku construction program is a major element the resilience of the Erau traditional ceremony as a regional identity. Erau underwent a process of "change" in building networks and power, so that Erau become a political ritual whose moment was used as cultural revitalization, including Erau's diplomacy for the benefit of the local bureaucracy with the aim of regional development.

Kata Kunci : Upacara Adat, Erau, Otonomi Daerah

  1. S2-2022-437491-abstract.pdf  
  2. S2-2022-437491-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-437491-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-437491-title.pdf