Laporkan Masalah

POTENTIALLY INAPPROPRIATE MEDICATION (PIM) PADA PASIEN GERIATRI RAWAT INAP DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN

AMANDA WULANSARI, Dr. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App.Sc., Apt.; Dr.dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer (K), SE., MM.

2021 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIK

Perubahan fisiologi terkait proses penuaan yang secara alami terjadi pada usia lanjut menyebabkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamika obat pada pasien geriatri. Pemilihan obat pada populasi geriatri merupakan proses yang kompleks karena penggunaan obat yang tidak tepat (Potentially Inappropriate Medication) pada populasi ini berasosiasi pada peningkatan risiko morbiditas, bahkan mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi PIM pada pasien geriatri rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin berdasarkan Kriteria Beers 2019 serta mengetahui hubungan jumlah obat dan lama rawat inap dengan kejadian PIM. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diambil secara retrospektif menggunakan 141 rekam medik pasien geriatri rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2019. Identifikasi kejadian PIM dilakukan dengan cara membandingkan data pengobatan yang diperoleh menggunakan kriteria Beers 2019. Analisis data secara univariat dilakukan untuk melihat prevalensi kejadian PIM pada pasien geriatri rawat inap. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan kejadian PIM ditinjau dari jumlah obat dan lama rawat inap menggunakan uji nonparametrik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase prevalensi kejadian PIM dengan kriteria Beers 2019 sebesar 89 pasien (63,1 %) dari total 141 pasien. Obat yang paling sering muncul sebagai PIM pada penelitian yaitu katagori 1 metoklopramide 34 item obat (38,2 %), katagori 3 furosemide 20 item obat (22,47), katagori 4 kortikosteroid 6 item obat (6,74%) dan katagori 5 spironolakton 9 item obat (10,11%) dengan kekuatan rekomendasi kuat untuk dihindari. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan bermakna antara jumlah obat dan lama rawat inap dengan kejadian PIM di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dengan nilai p sebesar 0,03 dan 0,00. Penelitian ini diharapkan menjadi sarana bagi praktisi dan referensi dalam penelitian yang lebih lanjut mengenai PIM pada geriatri yang secara tidak langsung juga akan mengoptimalkan terapi.

Physiological changes related to the aging process that naturally occur in elderly lead to changes in pharmacokinetics and pharmacodynamics of drugs in geriatric patients. Drug selection in geriatric populations is a complex process because the use of inappropriate drugs (Potentially Inappropriate Medication) in this population is associated with an increased risk of morbidity, even mortality. The goal of the study was to identify PIM in geriatric hospitalized patient at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Regional Public Hospital Banjarmasin based on Beer's 2019 Criteria and knowing the relationship between the number of drugs and length of hospitalization with the PIM incidence. This research is an observational analytical study with a cross sectional approach. The data was taken retrospectively using 141 medical records of geriatric hospitalized patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Regional Public Hospital Banjarmasin in 2019 periode. Identification of PIM incidence was carried out by comparing data of drugs theraphy using Beer's 2019 criteria. Univariate data analysis was conducted to see the prevalence of PIM incidence in geriatric hospitalized patients. Bivariate analysis is performed to determine the incidence relationship of PIM reviewed from the number of drugs and length of hospitalization using chi square test. The results showed the percentage prevalence of PIM with Beer's 2019 criteria was 89 patients (63.1%) out of total 141 patients geriatric identified. The drugs that most frequently appeared as PIMs in the study were category 1 metoclopramide 34 items (38.2%), category 3 furosemide 20 items (22.47), category 4 corticosteroids 6 items (6.74%) and category 5 spironolactone 9 items (10,11%) with a strong recommendation to avoid. The results of bivariate analysis showed there was a significant relationship between the incidence of PIM and the number of drugs and the length of hospitalization at Inpatient Instalation of Dr. H. Moch Ansari Saleh Regional Public Hospital Banjarmasin with p values of 0.03 and 0.00. This research is expected to be a means for practitioners and references in further research on PIM in geriatrics that also will indirectly optimize therapy.

Kata Kunci : Geriatri, PIM (Potentially Inappropriate Medication), kriteria Beer�s 2019 / geriatric; PIM (Potentially Inappropriate Medication); BeerÃ&

  1. S2-2021-447902-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-2021-447902-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-2021-447902-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-2021-447902-TITLE.pdf