Laporkan Masalah

Internet dan Diabetes Melitus: Kualitas Informasi Kesehatan Daring dalam Bahasa Indonesia

NURUL MUIZAH, dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.; dr. Jarir At Thobari, DPharm, Ph.D.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Pengguna internet Indonesia terus meningkat dan Bahasa Indonesia merupakan bahasa keenam paling banyak digunakan. Bersamaan dengan era internet, penyakit diabetes melitus menunjukkan tren peningkatan. Internet banyak dimanfaatkan untuk mencari informasi kesehatan. Hal ini berpotensi membantu edukasi kesehatan masyarakat maupun berisiko misinformasi. Risiko misinformasi dapat dipengaruhi oleh kualitas informasi kesehatan di internet, namun belum banyak penelitian terkait evaluasi kualitas informasi kesehatan di internet berbahasa Indonesia mengenai diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas informasi kesehatan di internet mengenai diabetes melitus yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang deskriptif campuran kuantitatif-kualitatif. Subyek penelitian berupa website berisi informasi kesehatan daring mengenai diabetes melitus berbahasa Indonesia yang berada pada halaman pertama hasil pencarian Google. Kata kunci pencarian didapat dari pengolahan data Google Trends. Sampel dinilai oleh 3 orang dokter umum dengan instrumen penilaian Diabetes QII. Analisis data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2019 dan Tableau Public. Hasil: Pada tahun 2004-2019, di Indonesia kata kunci "diabetes" lebih banyak dicari dibanding kata kunci "kencing manis" dan "penyakit gula". Dari total 25 website yang dinilai, rentang skor keseluruhan kualitas informasi berkisar amtara 0% hingga 85%, dengan mean 33%, median 27%, dan standard deviasi 28%. Persentase interrater agreement skor total 72%. Rerata raw agreement dan rerata Fleiss' Kappa untuk setiap item pertanyaan penilaian adalah 0,99 dan 0,97. Secara kualitatif, sebagian website sangat bagus dan membantu mengedukasi, namun sebagian cenderung tidak sesuai dengan ilmu kedokteran berbasis bukti. Kesimpulan: Secara kuantitatif maupun kualitatit, kualitas informasi kesehatan daring mengenai diabetes melitus dalam website berbahasa Indonesia bervariasi

Background: Indonesian language is sixth most used language in internet, while the trends are showing increases in internet usage and diabetes melitus prevalence. Evaluating online consumer health information has been done for decades, but there is still a little study on evaluating online consumer health information that delivered in Indonesian language Objective: To evaluate the quality of online health information about diabetes melitus delivered in Indonesian language. Methods: Cross sectional descriptive mix method quantitative and qualitative. We analyse Google Trends to get top keywords about diabetes in Indonesia, then using it to search websites containing online health information about diabetes delivered in Indonesian language. Websites were evaluated by 3 different doctors using Diabetes Quality of Internet Information (Diabetes QII). Data analysis using Microsoft Excel 2019 and Tableau Public. Results: Keyword "diabetes" were more popular than "kencing manis" and "penyakit gula" according to Google Trends Indonesia in 2004-2019. A total of 25 website scored 0% to 85% with mean 33%, median 27%, and SD 28%. Total score raw percentage interrater agreement was 72%. Average raw agreement and Fleiss' Kappa for every evaluation item were 0,99 and 0,97. By qualitative analysis, some websites are good for health education while some are misleading. Conclusion: Online health information quality presented in Indonesian language shows variability

Kata Kunci : diabetes melitus, internet, informasi kesehatan daring, informasi kesehatan online, kualitas informasi kesehatan, online health information, information quality

  1. S1-2022-363091-abstract.pdf  
  2. S1-2022-363091-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-363091-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-363091-title.pdf