Laporkan Masalah

Negara Mawa Tata, Desa Mawa Cara: Studi Praktik Inovasi Akar Rumput dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Desa di Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak

RUSMAN NURJAMAN, Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc.; Dr. soc. pol. Agus Heruanto Hadna, M.Si.

2022 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKAN

Inovasi akar rumput yang berlangsung di Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, merupakan suatu prakarsa lokal yang dimaksudkan sebagai upaya mengatasi tantangan dan permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Tesis ini mengkaji dinamika praktik inovasi akar rumput di Desa Warungbanten tersebut. Fokus penelitian tesis ini adalah mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor yang mendorong tumbuhnya inovasi akar rumput dan kontribusinya dalam mengatasi permasalahan tata kelola sumber daya alam di Desa Warungbanten, serta mengidentifikasi pembelajaran yang dapat dipetik dari keberlanjutan inovasi akar rumput yang berlangsung di tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif berbasis data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pihak pemangku kebijakan, studi dokumen, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tumbuhnya inovasi akar rumput dalam pengelolaan sumber daya alam di Desa Warungbanten tidak bisa dilepaskan dari tiga faktor utama, yaitu, pertama, adanya inovator yaitu kepala desa sebagai penggagas awal dan memungkinkan inovasi akar rumput terwujud dengan mengerahkan segenap kewenangan desa, sumber daya, jejaring, dan dukungan, baik dari masyarakat desa, para pemimpin informal, dan lembaga mitra desa; kedua, lingkungan sosial budaya yang memungkinkan semangat gotong royong yang dibuktikan dengan keterlibatan para pihak pemangku kebijakan di Desa Warungbanten dan dukungan institusi tradisional (adat); ketiga, adanya pasar atau aspek kebermanfaatan yang melekat pada nilai komersial (membuka peluang peningkatan kesejahteraan) dan nilai non-komersial (melalui pengorganisasian dan transformasi pengetahuan masyarakat desa) dari inovasi yang dilakukan; 2) inovasi akar rumput yang berlangsung di Desa Warungbanten memberikan kontribusi penting terhadap upaya desa untuk mengatasi tantangan dan permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam, yaitu sebagai penyokong kembali tegaknya kedaulatan desa atas dan mendorong lahirnya pembaharuan kebijakan desa dalam pengelolaan sumber daya alam; 3) dari segi keberlanjutan, inovasi akar rumput dalam tata kelola sumber daya alam yang berlangsung di Desa Warungbanten juga menawarkan pembelajaran penting untuk menguji komponen atau kriteria keberlanjutan inovasi akar rumput di pedesaan.

The grassroots innovation that took place in Warungbanten Village, Lebak Regency, is a local initiative intended as an effort to overcome challenges and problems in natural resource management, both internal and external. This thesis examines the dynamics of grassroots innovation practices in the Warungbanten Village. The focus of this thesis research is to identify and map the factors that encourage the growth of grassroots innovation and its contribution in overcoming the problems of natural resource management in Warungbanten Village, as well as identify lessons that can be learned from the sustainability of grassroots innovation that takes place in the village. This research was conducted using a qualitative approach based on primary data obtained through in-depth interviews with stakeholders, document studies, and direct observation. The results show that 1) the growth of grassroots innovation in natural resource management in Warungbanten Village cannot be separated from three main factors, namely, first, the presence of an innovator, namely the village head as the initial initiator and enabling grassroots innovation to be realized by mobilizing all village authorities, resources, networks, and support, both from village communities, informal leaders, and village partner institutions; second, the socio-cultural environment that allows the spirit of gotong royong as evidenced by the involvement of the policy makers in Warungbanten Village and the support of traditional (customary) institutions; third, the existence of a market or usefulness aspect attached to the commercial value (opening opportunities for welfare improvement) and non-commercial value (through organizing and transforming the knowledge of the village community) from the innovations carried out; 2) grassroots innovation that took place in Warungbanten Village made an important contribution to village efforts to overcome challenges and problems in natural resource management, namely as a supporter for the re-establishment of village sovereignty over and encouraging the birth of village policy reforms in natural resource management; 3) in terms of sustainability, grassroots innovation in natural resource management that takes place in Warungbanten Village also offers important lessons to test the components or criteria for sustainability of grassroots innovation in rural areas.

Kata Kunci : inovasi akar rumput, tata kelola sumber daya alam berbasis desa, desa membangun / grassroots innovation, village-based natural resource governance, village development.

  1. S2-2022-452118-abstract.pdf  
  2. S2-2022-452118-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452118-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452118-title.pdf