Laporkan Masalah

Dinamika Konflik Penguasaan Sertifikat Indikasi Geografis Lada Putih Muntok Bangka Belitung Tahun 2009 - 2019

ZANUAR BAREP P, Dr. Riza Noer Arfani, M.A.

2022 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Penelitian ini hendak memaparkan dinamika eskalasi dan de-eskalasi konflik penguasaan Sertifikat Indikasi Geografis Lada Putih Muntok Bangka Belitung yang melibatkan antara Badan Pengelolaan Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rentang waktu tahun 2009 - 2019. Pembahasan dalam tesis ini adalah mengenai aktor konflik, faktor-faktor yang melatarbelakangi eskalasi dan de-eskalasi konflik yang dikombinasikan dengan konsep relasi kuasa untuk memperjelas relasi kuasa yang bagaimana yang menjadikan konflik bereskalasi dan berde-eskalasi, serta kesepakatan akhir dalam konflik tersebut. Temuan dalam penelitian ini adalah eskalasi terjadi karena setiap pihak memiliki wewenang terhadap pengelolaan Lada Putih Muntok yang dilegalkan dalam sertifikat Indikasi Geografis Lada Putih Muntok. Sementara itu, de-eskalasi terjadi karena ada kekuasaan dari DPRD yang menghendaki para aktor yang berkonflik untuk berdamai agar segera menemukan solusi peningkatan harga lada dan peningkatan kesejahteraan para petani lada di Bangka Belitung. Hal tersebut juga termasuk pilihan aktor konflik untuk segera mengakhiri konflik Konflik berakhir pada tahun 2019 ditandai dengan mediasi dan surat pernyataan serah terima sertifikat Indikasi Geografis Lada Putih Muntok dan BP3L oleh BP3L kepada Pemerintah Provinsi.

This thesis aims to describe the dynamics of the escalation and de-escalation of the contestation of Muntok White Pepper Geographical Indication (GI) certificate between Badan Pengelolaan Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) or the Pepper Management, Development, and Marketing Agency and the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands in the period 2009 - 2019. The discussion in this thesis are about conflict actors, the factors behind the escalation and de-escalation of the conflict combined with the concept of power relations to clarify what power relations make the conflict escalate and de-escalate, as well as the final agreement in the conflict. The finding in this study is that escalation occurs because each party claimed that they have higher authority to manage Muntok White Pepper (MWP) which is legalized in the certificate of Geographical Indication of Muntok White Pepper. Meanwhile, the de-escalation occurred because there was power from the Regional House of Representatives which required conflicting actors to make peace in order to immediately find a solution to increase pepper prices and improve the welfare of pepper farmers in Bangka Belitung. This also includes the choice of conflict actors to immediately end the conflict. The conflict ended in 2019 marked by mediation and a statement of handover of the certificates of Geographical Indications of Muntok White Pepper and BP3L by BP3L to the Provincial Government.

Kata Kunci : Eskalasi, De-Eskalasi, Kekuasaan, BP3L, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  1. S2-2022-435228-abstract.pdf  
  2. S2-2022-435228-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-435228-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-435228-title.pdf