Laporkan Masalah

TINGKAT KETERGANTUNGAN MASYARAKAT DESA PENYANGGA TERHADAP SUMBER DAYA HUTAN DI SUAKA MARGASATWA SERMO

SALSABILA SYIFA F., Dr. Hero Marhaento, S.Hut., M.Si.

2022 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Suaka Margasatwa (SM) Sermo adalah salah satu kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Kulon Progo dan dikelilingi oleh dua desa penyangga, yaitu Desa Hargowilis dan Karangsari yang masyarakatnya masih berinteraksi dengan sumber daya hutan di SM Sermo. Adanya interaksi tersebut menandakan ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya hutan di SM Sermo. Ketergantungan masyarakat desa penyangga yang berdekatan dengan SM Sermo terhadap sumber daya hutan akan mempengaruhi luasan bagi habitat satwa dan berdampak pada kelestarian ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketergantungan masyarakat desa penyangga terhadap sumber daya hutan di SM Sermo. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dengan bantuan instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan dihitung dengan rumus slovin. Tingkat ketergantungan masyarakat diukur secara deskriptif sementara faktor-faktor yang mempengaruhi ketergantungan diukur dengan teknik analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya 11% dari total keseluruhan responden yang masih memiliki ketergantungan terhadap sumber daya hutan di SM Sermo, dimana 16 responden (9,19%) berada pada tingkat ketergantungan rendah dan 4 responden (2,29%) berada pada tingkat ketergantungan sedang. Berdasarkan persentase pendapatannya, tingkat ketergantungan masyarakat berada pada tingkatan yang sangat rendah (7,86%). Terdapat tiga (3) faktor yang mempengaruhi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya hutan di SM Sermo yaitu tingkat pendidikan yang bernilai koefisien negatif, serta frekuensi beraktivitas dan umur responden yang bernilai koefisien positif.

Sermo Wildlife Sanctuary (SWS) is a conservation area located in Kulon Progo Regency and surrounded by two villages, namely Hargowilis Village and Karangsari Village, where the community still interacts with forest resources in SWS. The existence of these interactions indicates the community's reliance on forest resources in SWS. The community's reliance adjacent to SWS on forest resources will affect the area for animal habitat and have an impact on ecosystem sustainability. This study aims to determine the level of reliance and the factors that influence the community's reliance on forest resources in SWS. The Data were collected using observation methods, interviews, and questionnaires.Sampling was done by purposive sampling technique and calculated using the slovin formula. Data regarding the level of community's reliance were measured descriptively while the factors that influenced reliance were analyzed using logistic regression analysis techniques. The results shows that only 11% of the total respondents still have reliance on forest resources in SWS, where 16 respondents (9.19%) are at a low level of reliance and 4 respondents (2.29%) are at a medium level of reliance. Based on the percentage of income, the level of community's reliance is at a very low level (7.86%). The factors that influence the community's reliance on forest resources in SWS consist of education level, activity frequency, and respondent's age. The education level is negatively correlated, while the frequency of activities in the area and the age of a person are positively correlated with the level of the community's reliance on forest resources in SWS.

Kata Kunci : sumber daya hutan, tingkat ketergantungan, faktor yang mempengaruhi ketergantungan, masyarakat desa penyangga, SM Sermo

  1. S1-2022-409350-abstract.pdf  
  2. S1-2022-409350-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-409350-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-409350-title.pdf