Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KOMPETISI DAN EFISIENSI PADA INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA

DHIMAS ARFIAN W P, Hengki Purwoto, S.E., M.A.

2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan yang terjadi antara kompetisi dan efisiensi pada industri perbankan di Indonesia. Menggunakan kerangaka pikir Structure-Conduct-Performance (SCP) yang menggambarkan struktur pasar dengan kompetisi dan kinerja pasar dengan efisiensi. Hubungan antara kompetisi dan efisiensi didasari oleh kerangka pikir Quiet Life Hypothesis (QLH) yang pertama kali dikemukakan oleh Leibenstein (1966), sedangkan pengaruh efisiensi terhadap kompetisi didasari oleh pemikiran dari Demsetz (1973) dan Peltzmen (1977) yang mengemukakakn teori tentang Efficient-Structure Hypothesis (ESH). Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data panel yang terdiri dari 75 bank yang berada di Indonesia pada periode waktu 2014 sampai dengan 2019 sehingga menghasilkan 450 observasi. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Variabel kompetisi diukur menggunakan pangsa pasar dan variabel efisiensi diukur menggunakan metoda Data Envelopment Analysis (DEA). Hubungan antara kedua variabel tersebut kemudian diestimasi menggunakan Panel Vector Autoregrresive dengan estimator Generalized Method of Moments (GMM). Penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi memengaruhi kompetisi secara negatif dan signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan kausalitas satu arah dari efisiensi ke kompetisi pada industri perbankan di Indonesia. Hasil ini mengkonfirmasi teori Efficient-Structure Hypothesis (ESH) pada industri perbankan di Indonesia

This study aims to examine the relationship between competition and efficiency in the banking industry in Indonesia. Using the Structure-Conduct-Performance (SCP) framework that describes the market structure with competition and market performance with efficiency. The relationship between competition and efficiency is based on the Quiet Life Hypothesis (QLH) framework which was first proposed by Leibenstein (1966), while the effect of efficiency on competition is based on the thoughts of Demsetz (1973) and Peltzmen (1977) who put forward the theory of Efficient-Structure Hypothesis (ESH). The data used in this study is panel data consisting of 75 banks located in Indonesia in the period of 2014 to 2019 to produce 450 observations. The data source of this study was obtained from the Statistik Perbankan Indonesia (SPI) published by the Otoritas Jasa Keuangan (OJK). The competition variable is measured using market share and the efficiency variable is measured using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. The relationship between the two variables was estimated using the Vector Autoregressive Panel with the Generalized Method of Moments (GMM) estimator. The result of this study shows that efficiency affects competition negatively and significantly. It can be concluded that there is a one-way causality relationship from efficiency to competition in the banking industry in Indonesia. These results confirm the Efficient-Structure Hypothesis (ESH) theory in the banking industry in Indonesia

Kata Kunci : industri perbankan, Structure-Conduct-Performance, kompetisi, efisiensi, Efficient-Structure Hypothesis, Panel Vector Autoregressive

  1. S1-2022-397095-abstract.pdf  
  2. S1-2022-397095-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-397095-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-397095-title.pdf