Laporkan Masalah

Sintasan, Pertumbuhan, Kadar Hormon Kortisol, dan Tingkah Laku Benih Gurami Jawa (Osphronemus goramy Lac. 1801) Umur 14 dan 28 Hari yang Terpapar Fluktuasi Suhu

ABDURRAHMAN HAIDAR, Dr. Dini Wahyu Kartika Sari, S.Pi., M.Si.

2022 | Skripsi | S1 AKUAKULTUR

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa fluktuasi suhu tidak mempengaruhi sintasan, akan tetapi dapat menghambat laju pertumbuhan benih ikan gurami jawa. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, tingkah laku dan kadar kortisol benih gurami sebagai respon pada kondisi suhu yang berfluktuasi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembandingan berpasangan antara perlakuan suhu stabil (31 Plus Minus 1 Derajat Celsius) dan suhu fluktuasi (21-33 Derajat Celsius) dengan dua tahap yaitu pada umur 14-28 dan 28-42 hari. Pemeliharaan dilakukan selama 14 hari dalam akuarium dengan padat tebar 1 ekor per liter. Parameter uji yang diamati mencakup sintasan, laju pertumbuhan panjang, lebar, dan berat mutlak, kadar hormon kortisol, serta pengamatan respon tingkah laku. Sintasan dan pertumbuhan mutlak diuji dalam dua tahap dengan tahap pertama pada kelompok umur 14-28 hari, dan tahap kedua pada kelompok umur 28-42 hari. Nilai sintasan dan pertumbuhan mutlak dianalisis dengan metode uji T-test. Analisis statistik untuk data tingkah laku dilakukan dengan metode uji nonparametrik Kruskal-Wallis dan uji lanjut Pairwise Comparison. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada perlakuan suhu fluktuasi, sintasan benih gurami jawa tidak terpengaruh secara signifikan, akan tetapi laju pertumbuhan menjadi terhambat. Tingkah laku yang teramati mengindikasikan bahwa benih ikan gurami yang dipelihara pada perlakuan suhu fluktuasi mengalami kondisi stres akibat perlakuan yang diberikan. Kadar kortisol yang diperoleh berada berada pada level normal disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap perlakuan fluktuasi suhu yang diberikan selama beberapa hari.

This study was conducted to prove that temperature fluctuations did not affect survival rate, but could affect the growth rate of Javan giant gourami fry. In addition, this study aims to determine the growth, behavior and cortisol levels of giant gourami fry under to fluctuated temperature. Two-step experimental design was performed on two different treatment i.e. stable (31 Plus-Minus 1 Degree Celsius) temperature as control and fluctuated (21-33 Degree Celsius) temperature with two different age group (14-28 and 28-42 dph). Treatment was performed for 14 days in tank with stocking density of 1 individual per liter. Parameters measured including survival rate, absolute growth in length, width, and weight, cortisol levels, and behavioral response observations. Survival rate and absolute growth were tested on two-step tests differentiated by age group (14-28 dph and 28-42 dph). Survival rate absolute growths were analyzed with two-step Student T-test method. Behavioral response analysis were performed using non-parametric Kruskal-Wallis method and Pairwise Comparison post-hoc test. Results obtained shows that temperature fluctuations did not affect survival rate of Javan giant gourami fry, but in result, the growth was affected. Behavior observed indicated that Javan giant gourami fry experienced stress condition as a result of the treatment given. However cortisol level remains at normal level under chronic exposure of fluctuated temperatur occurred as the adaptation response on temperature changes.

Kata Kunci : benih, gurami jawa, kortisol, suhu, tingkah laku