Laporkan Masalah

MARITAL RAPE SEBAGAI POLITIK KUASA RELASI SEKSUAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FEMINISME KATE MILLET

AHMAD TSALIS F F, Dr. Septiana Dwiputri Maharani

2021 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Penelitian ini berjudul �Marital Rape Sebagai Politik Kuasa Relasi Seksual di Indonesia dalam Perspektif Feminisme Kate Millet� yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konstruksi gender dalam marital rape merepresentasikan suatu politik relasi kuasa dalam rumah tangga di Indonesia. Hal ini dilatar belakangi oleh problematika seksual dalam rumah tangga yang selama ini belum teratasi. Negara bahkan telah melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut namun terhalang oleh penolakan dari pihak-pihak yang masih terbelenggu ideologi patriarki. Maka diperlukan sebuah teori secara lugas menyatakan bahwa negara harus hadir dalam problem seksual di ranah privat. Millett dalam teorinya Sexual Politics menjelaskan bagaimana patriarki membelenggu manusia dan menggunakan seksualitas sebagai alat politis yang mengokohkannya. Peneliti menggunakan teori tersebut untuk mencoba menjelaskan peran pemerintah dapat menjadi batu loncatan dalam mencapai revolusi seksual dan menghapuskan bias-bias dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian Filsafat Sosial di bidang Feminisme yang menganalisis data melalui studi pustaka dari berbagai sumber yang terkait. Penelitian ini dilakukan dengan tahap inventarisasi data yang kemudian diklasifikasikan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan metode hermeneutik filosofis yang menggunakan unsur metodis deskripsi, interpretasi, dan koherensi intern. Setelah memperoleh hasil, kemudian dilakukan penyusunan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) bahwa marital rape berperan penting dalam dominasi patriarki. Politik seksual dalam marital rape menghasilkan bias yang bertransformasi menjadi realitas bagi perempuan sehingga penghalang patriarki dapat disingkirkan. Negara harus hadir dalam ranah privat karena di sinilah patriarki membentuk manusia agar sejalan dengan tujuannya. (2) Bagaimana politik pemerintahan hadir di ranah personal memiliki pengaruh yang cukup dalam rekonstruksi gender. Hal ini akan memantik suatu perubahan sehingga bias dalam hubungan seksual rumah tangga akan ditinggalkan seiring dengan kesadaran masyarakat atas kesetaraan seksual.

This research is entitled �Marital Rape Sebagai Politik Kuasa Relasi Seksual di Indonesia dalam Perspektif Feminisme Kate Millet� which aims to explain how the construction of gender in marital rape represents a politics of power relations in households in Indonesia. This is motivated by sexual problems in the household which have not been resolved so far. The state has even taken several steps to resolve the problem but was hindered by the refusal of parties who are still shackled to the patriarchal ideology. Therefore, a theory is needed that clearly states that the state must be present in sexual problems in the private sphere. Millett in his theory of Sexual Politics explains how patriarchy shackles humans and uses sexuality as a political tool that strengthens them. The researcher uses this theory to try to explain that the state can ignite in achieving a sexual revolution and eliminating biases in society. This research is a Philosophy of Social research in the field of Feminism which analyzes data through literature studies from various related sources. This research was conducted with the data inventory stage to be classified. The data is then analyzed using a hermeneutic philosophical method that uses methodical elements, those are description, interpretation, and internal coherence. After obtaining the results, the preparation of research is carried out. The results of this study are: (1) that marital rape plays an important role in patriarchal domination. Sexual politics in marital rape produces a bias that is transformed into a reality for women so that patriarchal barriers can be removed. The state must be present in the private sphere because this is where patriarchy shapes people to be in line with their goals. (2) How government is present in the personal sphere has a considerable influence on gender reconstruction. This will trigger a change so that the bias in domestic sexual relations will be abandoned along with public awareness of sexual equality.

Kata Kunci : Relasi Seksual, Marital Rape, Patriarki, Politik Seksual, Bias Gender

  1. S1-2021-397346-abstract.pdf  
  2. S1-2021-397346-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-397346-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-397346-title.pdf