Laporkan Masalah

MAKNA KEMATIAN DALAM NASKAH PUISI TINILO PAITA PERSPEKTIF FILSAFAT MANUSIA KARL JASPERS

NAZAR HUSAIN HPW, Dr. Septiana Dwiputri Maharani

2022 | Disertasi | DOKTOR FILSAFAT

Fokus penelitian ini adalah mengkaji naskah Tinilo Paita yang berasal dari Gorontalo dalam perspektif filsafat manusia Karl Jaspers. Objek material Penelitian ini adalah naskah puisi Tinilo Paita dan objek formalnya adalah filsafat manusia Karl Jaspers. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang didukung dengan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan menggunakan metode pengumpulan data kepustakaan, sedangkan penelitian lapangan menggunakan observasi, partisipatif, wawancara. Analisis data menggunakan interpretasi, historis, heuristika dan refleksi. Penelitian ini memiliki tiga tujuan sebagai berikut; 1) menemukan hakikat kematian dalam naskah berjudul Tinilo Paita. 2) menemukan makna kematian dalam naskah puisi Tinilo Paita berdasar Karl Jaspsers. 3) menjelaskan refleksi naskah puisi Tinilo Paita pada makna kematian dalam masyarakat. Hasil penelitian ini menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian; 1) hakikat kematian dalam naskah puisi Tinilo Paita adalah kematian secara fisik dipandang sebagai penyempurnaan keberadaan manusia. Budaya kematian Gorontalo yang dinarasikan dalam puisi Tinilo Pa'ita merupakan objektifikasi budaya atas makna roh manusia lebih utama dibanding fisik, sehingga kematian merupakan tahap terhormat dan tertinggi dalam bereksistensi. Kedudukan manusia sebagai bagian dari Sang Ada tertinggi dan transenden menunjukkan bahwa puisi Tinilo Pa'ita mengajarkan pemahaman ontologis atas realitas sebagai realitas yang tunggal. 2) makna kematian dalam naskah puisi Tinilo Paita berdasar filsafat manusia Karl Jaspers; kematian menjadikan keber-ada-an eksistensi manusia telah lenyap pada ketiadaan. Namun sesungguhnya justru menunjukkan keber-ada-an manusia yang tidak terlepas dari Sang Transenden, Sang-Ada, yakni Tuhan. 3) refleksi; naskah puisi Tinilo Paita secara ontologi kematian secara fisik dipandang sebagai penyempurnaan keberadaan manusia. Kematian menunjukkan keber-ada-an manusia yang tidak terlepas dari Sang Transenden, Sang-Ada, yakni Tuhan. Kematian dipandang memiliki arti dan makna melebihi dari peristiwa fisik tidak berfungsinya segala aspek manusiawi yang menunjang kehidupan. Pada puisi Tinilo Pa'ita menunjukkan cara berpikir masyarakat Gorontalo atas kematian bukan sekedar fenomena saja tetapi melebihi dari apa yang nampak fisik yakni pada sebuah pemaknaan atas kematian itu sendiri. Makna kematian dalam masyarakat adalah kematian merupakan nilai yang berhubungan dengan Tuhan, sang Absolut, yang mengaitkan manusia atas nilai kehidupannya sendiri yang memiliki nilai transendental.

The research focuses on examining the Tinilo Pa'ita poetry in Gorontalo manuscript with Karl Jaspers' human philosophy perspective. This research took the text of Tinilo Pa'ita poetry as the material object and Karl Jaspers human philosophy as the formal object. This research was library research supported by field research. Library research used library data collecting technique and field research used observation, participatory, and interviews. Data analysis using interpretation, historical, heuristics and reflection. This research has three objectives as follows; 1) to find the nature of death in the Tinilo Pa'ita poetry. 2) to find out the meaning of death in Tinilo Pa'ita's poetry based on Karl Jaspsers human philosophy. 3) to explain the reflection of Tinilo Pa'ita's poetry on the meaning of death in society. The results of this research showed that; 1) the nature of death in the Tinilo Pa'ita poetry is considered as the perfection of human existence. The death in Gorontalo culture which was narrated in Tinilo Pa'ita's poetry is a cultural objectification where human spirit was more important than human physical, thus the death became the honorable and the highest stage of human existence. The human position as the part of the God showed that Tinilo Pa'ita's poetry taught an ontological understanding of reality as a single reality. 2) the meaning of death in Tinilo Pa'ita's poetry based on Karl Jaspers' perspective; death made human existence disappear into nothing. However, it actually showed that human existence could not be separated from the Transcendent, the Being, namely God. 3) reflection; ontologically, Tinilo Pa'ita poetry considered death as the perfection of human existence. Death has more meaningful than the physical disappearing, it caused the all of human system stopped. Tinilo Pa'ita's poetry showed the way of Gorontalo people idea about death. They considered it was not just a phenomenon but as the value related to God, the Absolute. Death linked humans to the value of their own life with the transcendental value.

Kata Kunci : transcendental value, Tinilo Paita's Manuscript, Karl Jaspers, Human Philosophy

  1. s3-2021-389788-abstract.pdf  
  2. s3-2021-389788-bibliography.pdf  
  3. s3-2021-389788-tableofcontent.pdf  
  4. s3-2021-389788-title.pdf