Laporkan Masalah

Waste and Tradition : A Study of Urban Poor Community of Tambora, West Jakarta

SAYYIDAH MAWANI, Dr. Zainal Abidin Bagir

2021 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perngaruh tradisi normatif yang berasal dari agama dan budaya mempengaruhi pandangan masyarakat miskin urban terhadap lingkungan, terutama tentang bagaimana mereka menghadapi permasalahan sampah. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan "theory of place" yang digagas oleh Brian G. Campbell untuk mengobservasi hubungan antara masyarakat dan lingkungan di Tambora, Jakarta Barat, untuk melihat kemungkinan adanya bentuk tradisi baru di tengah masyarakat tersebut. Penelitian ini berfokus pada kebiasaan sehari-hari, seperti perilaku, cara berfikir, dan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Inilah yang membedakan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas tentang masyarakat homogen dengan akar budaya yang kuat, sedangkan subjek dari penelitian ini adalah masyarakat miskin urban yang secara kultural lebih beragam. Berdasarkan pada data dari lapangan, penelitian ini berpendapat bahwa tradisi normatif tidak lagi memiliki pengaruh besar dalam mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap alam, terutama dalam permasalahan sampah. Aspek sosial lain seperti, kondisi ekonomi, tingginya arus urbanisasi serta ketrbatasan lainnya telah merubah tradisi-tradisi normatif yang dibawa oleh penduduk Tambora dari wilayah asalnya. Dalam konteks masyarakat miskin urban, tradisi normatif tidak lagi efektif dalam menyelesaikan permasalahan sampah karena komposisi masyarakat yang lebih beragam dan tidak lagi berpegang pada akar kebudayaan yang kuat. Pertahanan terhadap permasalahan sampah justru hadir dalam cara mereka bertahan hidup, yang kemudian membentuk tradisi baru yang terlihat dalam kebiasaan sehari-sehari.

This thesis aims to examine the extent to which normative traditions, which may include religious or cultural system of norms, is understood as influencing people's worldview on nature, especially on how they deal with the problem of waste in the context of urban poor community. It is based on one month long ethnographic research among urban poor community in Tambora, West Jakarta, which observed the relationship between people and place, based on Brian G. Campbell's theory of place. It investigates the possibility of the construction of a new kind of tradition among them. The focus of this analysis is place in everyday practice, through which the researcher observes the people's behavior, what they think, and how they see the environment. While previous studies mostly discuss homogeneous society with strong cultural roots, the subject of this study is more ethnically hybrid community, who live in a densely populated area in Tambora. This thesis argues that, in such a context, traditional normative traditions no longer have a major influence on the people's worldview towards nature, especially with regard to the waste problem. Economic vulnerability, urbanization, and other various limitations, seemed to have eroded the traditional worldview of the people. The normative tradition may not be effective to deal with environmental problems in the midst of the urban poor community, which no longer have strong traditional roots. The way they deal with the problems is by resilience formed through the process of adaptation to the environment, which then turns into a new tradition that occurs vividly in their everyday practice.

Kata Kunci : Urban poor, Traditions, Waste Problem

  1. S2-2021-435022-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435022-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-435022-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-435022-title.pdf