Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI TEMPAT TUMBUH DAN SUHU PENYANGRAIAN TERHADAP KARAKTERISTIK KUALITAS MINYAK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)

MOCH TEGUH PRIATAMA, Dr. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc.

2021 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Kopi sampai saat ini mayoritas dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minuman seduh dan bibit minyak wangi. Terdapat olahan lain dari tanaman kopi yaitu minyak kopi yang diperoleh dari biji kopi. Minyak kopi memiliki peranan penting pada industri kopi, salah satunya untuk pemberi rasa kopi dengan mencampurkan pada olahan kopi maupun olahan lainnya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas minyak kopi yang dipengaruhi oleh variasi tempat tumbuh dan suhu penyangraian yang berbeda. Proses untuk mendapatkan minyak kopi diperoleh dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut hexane. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diatur secara factorial dengan dua variabel, yaitu tempat tumbuh (Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Jumo) dan suhu penyangraian (90°C dan120°C). Adapun parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah pengujian komponen kimia (GC-MS) dan pengujian sifat - sifat minyak lemak (rendemen, berat jenis, bilangan penyabunan, dan organoleptic). Hasil data tersebut dilakukan analisis statistik menggunakan anova dua arah dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyangraian dan variasi tempat tumbuh berpengaruh terhadap kualitas minyak kopi. Suhu penyangraian yang lebih tinggi menghasilkan nilai rendemen, bilangan asam, dan bilangan penyabunan dengan nilai yang tinggi. Variasi tempat tumbuh memberikan perbedaan terhadap rendemen minyak kopi dan komposisi asam lemak minyak kopi.

Coffee bean up to now is still used as ingredients for making brewed drinks and perfume seeds. There is other preparation from the coffee namely coffee oil obtained from coffee green beans. Coffee oil plays an important role in the coffee industry, one of which is for flavour of coffee mixing it with processed coffee or other preparations. The process to obtain coffee oil was obtained by soxhletation method using n-hexane solvent. The experimental design of this study used a completely randomized design (CRD) method that is regulated factorially with two variables, namely the roasted temperature (90°C and 120°C) and the growing site (Jumo District and Cangkringan District). The parameters was tested in this study were the chemical components (GC-MS) and the properties of fatty oils (yield, specific gravity, saponification number, and organoleptic). The results of the data were statistically analyzed using two-way ANOVA and continued with the BNT test. The results showed that roasting temperature and cropping pattern affected the quality of coffee oil. The high roasting temperature produces high yield values, acid numbers, and saponification numbers. The cropping pattern made a difference to the coffee oil yield and fatty acid composition. The polyculture cropping pattern gave a higher yield than the monoculture cropping pattern.

Kata Kunci : Tanaman kopi, Minyak Lemak, Sifat Minyak Lemak

  1. D4-2021-450750-abstract.pdf  
  2. D4-2021-450750-bibliography.pdf  
  3. D4-2021-450750-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2021-450750-title.pdf