Laporkan Masalah

HAMBATAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA WATU PAYUNG, KAPANEWON PANGGANG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL DI MASA PANDEMI COVID-19

DHIA ANISA FADHILAH, Dr. Kaharuddin, S.Hut., M.Si.

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Ekowisata merupakan perjalanan wisata yang bertanggungjawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Salah satu lokasi ekowisata di Gunungkidul adalah Watu Payung, yang tepatnya berada di areal HKm Sidomulyo 3 Dusun Turunan, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Watu Payung termasuk ke dalam Geopark Gunung Sewu dan pengelolaannya mendapat pembinaan dari UNESCO. Dalam proses pengembangannya, pandemi Covid-19 muncul dan memberikan hambatan bagi pengelolaan Watu Payung. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik pelaku wisata Watu Payung serta mengetahui hambatan dan strategi yang dilakukan dalam pengelolaan wisata Watu Payung di masa pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021 di Watu Payung. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara terstruktur menggunakan pedoman wawancara. Penentuan responden dilakukan menggunakan metode sensus. Responden dalam penelitian ini difokuskan pada masyarakat yang menjadi pengelola dan pelaku wisata yang berada di lokasi wisata Watu Payung. Hasil yang didapat kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku wisata Watu Payung mirip dengan karakteristik masyarakat sekitar hutan lainnya. Dalam pengelolaannya, masyarakat mengalami beberapa hambatan baik sebagai individu maupun kelompok pengelola. Hambatan pengelolaan yang dirasakan meliputi jumlah personil, kemampuan berkomunikasi, penyesuaian waktu kerja, jumlah pengunjung, pendanaan, penghasilan, dan sarana prasarana. Masyarakat pun memiliki cara tersendiri untuk mengatasi hambatan tersebut. Secara umum, tidak terdapat perbedaan signifikan dari hambatan dan strategi pengelolaan, baik sebelum ataupun saat masa pandemi Covid-19.

Ecotourism is a tourism trip that is responsible for the environment and the welfare of the surrounding community. One of the ecotourism locations in Gunungkidul is Watu Payung, which is located in the community forest area of Sidomulyo 3, Girisuko Village, Panggang District, Gunungkidul, Yogyakarta. Watu Payung is included in Gunung Sewu Geopark and its management receive guidance from UNESCO. In the development process, Covid-19 pandemic emerged and provided obstacles to the management of Watu Payung. Therefore, this study was conducted to identify the characteristics of Watu Payung tourism actors and to find out the obstacles and strategies used in managing Watu Payung tourism during the Covid-19 pandemic. The research was conducted in June 2021 at Watu Payung, Gunungkidul. The research was conducted by field observation and structured interviews using interview guidelines. Determination of respondents is done using the census method. Respondents in this study focused on the community who became the managers and actors of tourism in the Watu Payung tourist location. The results obtained were then processed using quantitative descriptive analysis and Kruskal Wallis analysis. The results showed that the characteristics of Watu Payung tourism actors were similar to the characteristics of other forest communities. In its management, the community faces several obstacles, both as individuals and as management groups. The perceived management barriers include the number of personnel, communication skills, adjustment of working time, number of visitors, funding, income, and infrastructure. The community also has its own way to overcome these obstacles. In general, there are no significant differences in barriers and management strategies, either before or during the Covid-19 pandemic.

Kata Kunci : Ekowisata, Watu Payung, pandemi

  1. S1-2021-414537-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414537-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414537-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414537-title.pdf