Laporkan Masalah

Omnibus Law dan Kekuasaan dalam Media (Analisis Wacana Kritis Berita Omnibus Law di Portal Media Daring Tempo.co Periode Januari-Februari 2020)

ANISA NUR AINI, Lisa Lindawati, S.I.P., M.A.

2021 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Semenjak wacana omnibus law bergulir pada akhir tahun 2019, kontroversi tentang keberadaan aturan sapu jagat ini kian hari semakin panas diperdebatkan. Gerakan-gerakan kampanye baik dari sudut pro maupun kontra terhadap produk hukum satu ini semakin marak terjadi. Bahkan sepanjang tahun 2020, polemik omnibus law terus saja menghiasi tajuk utama pemberitaan media arus utama. Di tengah hiruk pikuk pemberitaan aturan sapu jagat ini, Tempo.co fokus memberitakan kontroversi dan kejanggalan pembahasannya. Anehnya, hal tersebut justru tidak terjadi pada pemberitaan media arus utama lainnya karena mayoritas hanya berfokus pada sudut pandang pro saja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Tempo.co mengkonstruksi wacana omnibus law dalam berita-berita yang diterbitkan pada kurun waktu Januari hingga Februari 2020. Dengan menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, konstruksi wacana pemberitaan omnibus law pada Tempo.co akan dibedah menggunakan tiga tingkat dimensi analisis, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Selain itu, teks berita juga akan dianalisis menggunakan kaidah jurnalisme hukum versi Lestantya Baskoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kognisi jurnalis, kebijakan redaksi media, serta konteks sosial masyarakat berpengaruh besar terhadap wacana yang dihadirkan dalam teks berita. Sementara itu, terkait dengan hasil analisis pada level dimensi teks, diperoleh sebuah temuan penting bahwa Tempo.co ternyata berupaya membangun reputasi negatif bagi serikat buruh tetapi hadir dengan bahasa yang lebih halus. Di samping itu, hasil analisis teks berdasarkan kaidah jurnalisme hukum menunjukkan bahwa teks berita Tempo.co hanya memenuhi prinsip jurnalisme hukum kelima dan belum memenuhi lima prinsip jurnalisme hukum lainnya.

Since the omnibus law discourse began at the end of 2019, the controversy about the existence of this universal sweeping rule has become increasingly hotly debated. Campaign movements, both from the pro and contra point of view of this one legal product, are getting rife. Even throughout 2020, the omnibus law polemic continued to adorn the headlines of mainstream media coverage. In the midst of the hustle and bustle of reporting on this universal sweeping rule, Tempo.co focused on reporting on the controversy and discrepancies in the discussion. Surprisingly, this is not the case with other mainstream media reports because the majority only focus on the pro's point of view. This study aims to see how Tempo.co constructs omnibus law discourse into news published in the period January to February 2020. Using the critical discourse analysis of Teun A. Van Dijk's model, the construction of omnibus law news discourse on Tempo.co will be dissected using three levels of analysis dimensions, namely text, social cognition, and social context. In addition, the text of the news will also be analyzed using the rules of legal journalism according to Lestantya Baskoro�s version. The results of the study indicate that aspects of journalist cognition, media editorial policies, and social context of society have a major influence on the discourse presented in the news. Meanwhile, related to the results of the analysis at the level of the text dimension, an important finding was obtained that Tempo.co was actually trying to build a negative reputation for labor unions but came up with more refined language. In addition, the results of text based on the legal journalism principles show that Tempo.co news texts only meet the fifth principle of legal journalism and have not met the other five principles of legal journalism.

Kata Kunci : omnibus law, berita, Van Dijk, Tempo.co, analisis wacana kritis, jurnalisme hukum

  1. S1-2021-399316-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399316-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399316-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399316-title.pdf