Laporkan Masalah

PERSEPSI DAN INTERAKSI MASYARAKAT DESA MEKAR JAYA DALAM KEGIATAN KONSERVASI DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA GUNUNG RAYA, PROVINSI SUMATRA SELATAN

MIA DANASESA, Dr. Hero Marhaento, S. Hut., M.Si

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

INTISARI Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Sumatra Selatan. SM Gunung Raya mempunyai kekhasan dan keanekaragaman satwa liar yang memerlukan upaya perlindungan serta pembinaan terhadap populasi dan habitatnya. Namun demikian, saat ini kawasan SM Gunung Raya mengalami tekanan yang cukup berat akibat adanya perambahan kawasan, perburuan satwa liar, dan pencurian kayu. Desa Mekar Jaya merupakan salah satu desa yang berada di dalam kawasan SM Gunung Raya yang sebagian besar masyarakatnya melakukan interaksi di kawasan SM Gunung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan bentuk interaksi masyarakat Desa Mekar Jaya dalam kegiatan konservasi di kawasan SM Gunung Raya, Provinsi Sumatra Selatan. Metode mengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik accidental sampling yang dilakukan selama 12 hari di dalam kawasan SM Gunung Raya. Dari accidental sampling diperoleh jumlah sampel 36 responden, yang kemudian menjadi sumber data dalam pengukuran persepsi dan interaksi masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk memberikan gambaran maupun uraian jelas mengenai persepsi masyarakat dan bentuk-bentuk interaksi masyarakat Desa Mekar Jaya dalam kegiatan konservasi di kawasan SM Gunung Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga persepsi utama yang muncul di masyarakat Desa Mekar Jaya yaitu: (1) sebagian besar masyarakat sudah mengetahui bahwa mereka tinggal di dalam kawasan SM (78%), akan tetapi masyarakat kurang paham mengenai fungsi (56%) dan batas-batas kawasan SM Gunung Raya (58%); (2) sebagian besar masyarakat sudah mengetahui bentuk-bentuk serta manfaat dari kegiatan konservasi di kawasan SM Gunung Raya (71%); (3) semua masyarakat menyadari bahwa mereka bergantung hidup dengan kawasan SM Gunung Raya. Sebanyak 61% masyarakat Desa Mekar Jaya akan mendukung kegiatan konservasi, selama tidak mempengaruhi lahan yang dikelola oleh masyarakat. Dari aspek interaksi, bentuk interaksi paling dominan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu interaksi berupa kegiatan berkebun (100%), yang tergolong dalam interaksi negatif. Bentuk interaksi negatif lainnya yang dilakukan oleh masyarakat adalah beternak (11%), berburu babi (3%), mengambil hijauan/rumput untuk pakan ternak (11%), perencekan, pengambilan kayu bakar (97%), pengambilan jenis-jenis tanaman (17%), menjemur dan menggiling buah kopi (100%). Interaksi masyarakat yang tergolong dalam interaksi positif yaitu berupa kegiatan penanaman rumput (8%), penanaman tanaman jenis kayu (78%), dan penanaman tanaman jenis buah (69%). Hasil dari kegiatan penanaman ini dapat menjadi sumber pakan serta habitat bagi satwa-satwa yang ada di kawasan SM Gunung Raya. Kata Kunci: Persepsi, Interaksi, Kegiatan Konservasi, Suaka Margasatwa Gunung Raya

ABSTRACT Gunung Raya Wildlife Reserve (GRWR) is one of the conservation areas located in South Sumatra province that has the uniqueness and diversity of wild animals. This area requires efforts to protect and develop their wildlife population and habitat. Currently, GRWR is experiencing heavy pressure due to encroachment, wildlife poaching, and illegal logging. Mekar Jaya village is a village located inside the GRWR where most of their communities have interacted with the natural resources in the GRWR. This research aims to assess the perception and interaction forms of Mekar Jaya village community on conservation programs in the GRWR. Accidental sampling technique which is carried out to determine sample respondents and conducted for 12 days in the GRWR. Through this procedure, it was obtained a sampel of 36 respondents, which then become a source of data to assess perception and community interaction. A quantitative descriptive analysis was carried out to provide clear explanations and descriptions of perceptions and interaction forms of Mekar Jaya village community on conservation programs in the GRWR. The results showed that there were three main perceptions in the Mekar Jaya village community: (1) most of the community noticed that they live in the GRWR area (78%), but they do not understand about the functions (56%) and boundaries of the GRWR area (58%); (2) most of the community understood the forms and benefits of conservation programs in the GRWR area (71%); (3) all of the community realized that they depend on the natural resources of the GRWR area. In addition, most of the community stated that they will support the conservation programs as long as those programs do not interfere their activities inside the GRWR. For community interaction forms, we found that the most dominant interaction were gardening activities (100%), which are classified as negative interaction. Other negative interaction forms were raising livestock (11%), hunting pigs (3%), taking forage/grass for animal feed (11%), grinding (97%), taking firewood (97%), taking plant species (17%), drying and grinding coffee beans (100%). However, we identified positive community interaction forms such as grass (8%), wood (78%), and fruit (69%) planting activities which can be sources of food and habitat for animals in the GRWR. Keywords: Perception, Interaction, Conservation Programs, Gunung Raya Wildlife Reserve.

Kata Kunci : Persepsi, Interaksi, Kegiatan Konservasi, Suaka Margasatwa Gunung Raya / Perception, Interaction, Conservation Programs, Gunung Raya Wildlife Reserve

  1. S1-2021-414550-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414550-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414550-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414550-title.pdf