Laporkan Masalah

Eksistensi Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Perjanjian Perjalanan Wisata Sekolah Atau Study Tour Yang Terdampak Pandemi Covid 19 Sebagai Alasan Force Majeure Dikaitkan Dengan Asas Itikad Baik

YOSI NOVITA A, Dr. R.A Antari Innaka Turingsih, S.H., M.Hum

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUKUM

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji dapat atau tidaknya pandemi Covid 19 diklasifikasikan sebagai force majeure dan juga mengetahui dan mengkaji eksistensi asas pacta sunt servanda dalam perjanjian perjalanan wisata sekolah atau study tour yang terdampak pandemi Covid 19 jika dikaitkan dengan asas itikad baik. Tujuan lain penelitian hukum ini yaitu untuk mengetahui dan mengkaji pembagian risiko dalam perjanjian perjalanan wisata sekolah atau study tour yang batal dilakukan akibat pandemi Covid 19. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian normatif empiris, yaitu dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan dilanjutkan dengan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan melalui berbagai bahan hukum baik primer, sekunder, dan tersier. Penelitian empiris dilakukan dengan melakukan wawancara kepada subjek penelitian dengan menggunakan pedoman wawancara. Data yang diolah dan diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan metode kualitatif dan menghasilkan data diskriptif. Hasil dari penulisan hukum ini menunjukkan 1) Pandemi Covid 19 dalam perjanjian antara CV Nindya Tour & Travel dan pihak sekolah dapat diklasifikasikan sebagai force majeure khususnya dalam force majeure yang bersifat absolut. 2) Asas pacta sunt servanda telah disimpangi dalam perjanjian perjalanan wisata sekolah atau study tour antara CV Nindya Tour & Travel dan pihak sekolah karena mementingkan adanya asas itikad baik dari para pihak. 3) Beban risiko yang timbul akibat adanya force majeure tidak di masing-masing pihak, namun sepenuhnya ditanggung oleh CV Nindya Tour & Travel karena rasa kemanusiaan (moral) dan nama baik usaha.

This study aimed to identify and assess whether or not the pandemic covid 19 could be classified as a force majeure. This research also examines the existence of pacta sunt servanda principle in study tour agreement which is affected by covid-19, when it was associated with the principle of good faith. In the other hand, this research was trying to figure out the division of risk in study tour program that was canceled because of the pandemic covid-19. This descriptive research was done by literature studies and followed by field research. The literature studies carried out through a variety of assessment such as primary, secondary and tertiary. Empirical research was done by conducting an interview to a subject research that based on the interview guidelines. The data was processed and obtained from the research result which was analyzed by using a qualitative methodology and produce descriptive data. The result of this studies shows that (1) pandemic covid 19 could be classified as force majeure especially in absolute force majeure. (2) The principle of pacta sunt servanda had been violated by CV Nindya Tour & Travel and school because the community gave great priority to the principle of good faith of the parties. (3) The risks arising from the force majeure was borne by CV Nindya Tour & Travel because of humanity and business reputation.

Kata Kunci : Asas, Pacta Sunt Servanda, Itikad Baik, Perjanjian, Pandemi Covid- 19

  1. 1. S2-2021-448132-title.pdf  
  2. 2.S2-2021-448132-tableofcontent .pdf  
  3. 3.S2-2021-448132-abstract.pdf  
  4. 6. S2-2021-448132-bibliography.pdf