Analisis Daya Layan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk Mendukung Tercapainya Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan di Kota Bontang
MARTHA CYRILLA A, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKesejahteraan penduduk suatu wilayah dapat dinilai berdasarkan kesehatan penduduknya. Kesehatan dapat dicapai melalui keberadan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) disertai Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang mumpuni agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan baik. Kota Bontang tergolong memiliki laju pertumbuhan penduduk yang tinggi sehingga melalui analisis daya layan, penelitian ini ditujukan untuk dapat mengidentifikasi ketersediaan dan distribusi keruangan fasyankes, mengidentifikasi dan memproyeksikan daya layan fasyankes dan SDMK, serta menentukan strategi ketercapaian pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Kota Bontang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Kota Bontang memiliki distribusi keruangan dan jangkauan fasyankes dengan pola mengelompok di pusat kota, yang kemudian dijadikan zona-zona dengan mempertimbangkan aspek permukiman dan jaringan jalan sehingga terbentuk zona dengan karakteristik bervariasi. Temuan lainnya yaitu terdapat beberapa jenis fasyankes dan keahlian SDMK yang belum terpenuhi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa distribusi fasyankes belum merata serta diperlukan adanya pertimbangan penambahan unit fasyankes dan SDMK di Kota Bontang.
The welfare of the population of an area can be assessed based on the health of its inhabitants. Health can be achieved through the existence of health care facilities (fasyankes) accompanied by qualified Health Human Resources (SDMK) so that the implementation of health services can take place properly. Bontang City is classified as having a high population growth rate, so through serviceability analysis, this research is aimed at identifying the availability and distribution of fasyankes, identifying and projecting the service capacity of fasyankes and SDMK, and determining strategies for achieving sustainable health development in Bontang City. The method used is descriptive quantitative and qualitative. The results of the research show that Bontang City has a spatial distribution and coverage of fasyankes with a clustered pattern in the downtown, which is then made into zones by considering the aspects of settlements and road networks so that zones with varied characteristics are formed. Then, there are several types of fasyankes and SDMK expertise that have not been fulfilled. Thus, it is concluded that the distribution of fasyankes is not evenly distributed and it is necessary to consider the addition of fasyankes and SDMK in Bontang City.
Kata Kunci : fasilitas pelayanan kesehatan, daya layan, distribusi keruangan, pembangunan kesehatan berkelanjutan, kesejahteraan