Laporkan Masalah

JUVENILE IDIOPATHIC ARTHRITIS, GIZI KURANG

NIKEN ISWARAJATI, dr. Sumadiono, SpAK; Prof. Dr. dr. Sutaryo, SpAK

2021 | Tesis-Spesialis | ILMU KESEHATAN ANAK

Juvenile idiopathic arthritis (JIA) adalah suatu kondisi di mana ada arthritis yang tidak diketahui penyebabnya, bertahan selama minimal 6 minggu, dan dengan onset sebelum usia 16 tahun. Penyakit ini merupakan penyakit rematik yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyebab pasti dan patofisiologi JIA umumnya tidak diketahui, tetapi diduga terkait dengan penyebab genetik kompleks yang membuat subtipe JIA sulit dibedakan1,2 . Insiden JIA di Eropa dan Amerika Utara adalah sekitar 2 sampai 20 per 100.000 anak; prevalensinya sekitar 16 sampai 150 per 100.000 anak. Di Asia jenis JIA yang paling umum adalah arthritis sistemik, sedangkan di Amerika Utara jenis oligoarthritis adalah subtipe JIA yang paling umum di Amerika Utara. Subtipe JIA yang paling sedikit adalah tipe poliartritis dengan RF positif. Distribusi penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria (>2:1)1 . JIA dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup terkait Kesehatan dan risiko kerusakan sendi permanen, dan penyakit ini dapat berlanjut hingga remaja3 . Komplikasi JIA yang paling umum adalah perbedaan panjang tungkai dan kontraktur sendi. Sementara komplikasi penting lainnya adalah retardasi pertumbuhan, kepadatan mineral tulang yang rendah untuk usia kronologis, keterlibatan pinggul yang parah dengan kebutuhan akan prostesis pinggul, dan amiloidosis. Diagnosis dan pengobatan yang cepat dan akurat sangat penting untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan mempertahankan fungsi sendi, sehingga meningkatkan hasil jangka panjang 4 . Dalam kasus JIA ini, pemantauan ketat telah dilakukan selama 12 bulan Desember 2018 - November 2019.) untuk mengetahui kesehatan fisik dan psikologis pasien sejauh mana penyakit tersebut telah mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kami juga menyelidiki faktorfaktor yang mungkin mempengaruhi perkembangan penyakit, terapi efek samping dan memberikan intervensi aktif untuk meningkatkan prognosis pasien dan hasil klinis jangka panjang.

Juvenile idiopathic arthritis (JIA) is a condition in which there is arthritis of unknown cause, persisting for at least 6 weeks, and with onset before the age of 16 years. This disease is the most common rheumatic disease in children. The exact cause and pathophysiology of JIA is generally unknown, but it is thought to be related to a complex genetic cause that makes the subtypes of JIA difficult to distinguish1,2 . The incidence of JIA in Europe and North America is about 2 to 20 per 100,000 children; the prevalence is about 16 to 150 per 100,000 children. In Asia the most common type of JIA is systemic arthritis, whereas in North America the oligoarthritis type is the most common subtype of JIA in North America. The least JIA subtype is the polyarthritis type with positive RF. The distribution of this disease is more common in women than men (> 2: 1)1 . JIA is associated with decreased health related quality of life and the risk of permanent joint damage, and the disease can continue into adolescence3 . The most common complications of JIA are limb length discrepancies and joint contractures. While other important complications are growth retardation, low bone mineral density for hronological age, severe hip involvement with the need for a hip prosthesis, and amyloidosis. Prompt and accurate diagnosis and treatment are essential to prevent permanent joint damage and maintain joint function, thereby improving long-term outcomes4. In this case of JIA, close monitoring has been carried out for 12 months (December 2018 - November 2019.) to determine physical and psychological health of the patient to the extent in which the disease has been affected the patients quality of life. We also nvestigate possible factors affecting the progression of the disease, side effect therapy and provide active intervention to improve patient prognosis and long-term clinical outcome.

Kata Kunci : Juvenille Idiopathic Arthritis, quality of life, outcome

  1. S2-2021-457538-title.pdf  
  2. SPESIALIS-2021-420763-abstract.pdf  
  3. SPESIALIS-2021-420763-bibliography.pdf  
  4. SPESIALIS-2021-420763-tableofcontent.pdf  
  5. SPESIALIS-2021-420763-title.pdf