Laporkan Masalah

Penerapan Metode Failure Mode and Effect Analysis untuk Mengurangi Galon Kosong Afkir pada PT Tirta Investama, Wonosobo, Jawa Tengah

DYAH RETNO SAFITRI, Satria Bhirawa Anoraga, S.T.P., M.Sc.

2021 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI

PT Tirta Investama merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan. Perusahaan berlokasi di Jalan Mangli, Desa Kejiwan, Langensari, Kejiwan, Kecamatan Wonosobo, Kabuaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311. Magang dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 18 Januari 2021 sampai 16 April 2021, dengan tujuan yaitu mengetahui kriteria galon produksi yang diafkir, serta mengetahui penyebab galon yang diafkir dan mengetahui alternatif penyelesaian dengan penerapan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Kriteria afkir pada galon kosong produksi, yaitu retak, buram, kadaluarsa, lumut parah, berkarat, terkena cat atau spidol, berbau tajam, dan terdapat hewan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kriteria afkir galon kosong produksi terbanyak adalah kriteria retak. Dengan menggunakan diagram ishikawa, penyebab banyak ditemukannya galon retak di stasiun visual galon kosong, yaitu pekerja di stasiun bongkar terlalu terburu-buru dalam mengecek galon, conveyor pada stasiun bongkar bergerak terlalu cepat, pekerja visual checker di stasiun visual galon kosong melempar galon yang akan di-treatment penggantian label, mesin conveyor di stasiun bongkar beberapa kali mati, metode pembongkaran manual di stasiun bongkar dilakukan dengan merobohkan susunan galon di truk dan mendorongnya hingga terjatuh ke lantai, dan pekerja visual checker di stasiun visual galon kosong mengeluarkan kotoran yang terdapat di dalam galon dengan cara membenturkannya ke conveyor ataupun ke lantai. Rekomendasi yang disarankan bertujuan untuk mengatasi penyebab galon retak.

PT Tirta Investama is a company that produces bottled drinking water. The company is located at Jalan Mangli, Kejiwan Village, Langensari, Kejiwan, Wonosobo District, Wonosobo Regency, Central Java 56311. The internship is held for three months, from 18th January 2021 until 16th April 2021, with the aim is knowing the criteria for the affire production gallons, as well as knowing the causes of affire gallons and knowing alternative solutions by applying the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. The criteria for splited the empty production gallon are cracked, opaque, expired, badly moss, rust, exposed to paint or markers, bad odor, and the presence of animals. Based on the analysis that has been done, it is known that the criterion for most rejections at the empty production gallon is the crack criterion. From the Ishikawa diagram analysis, there are several causes for the number of cracked gallons at the empty gallon visual station, namely workers at the unloading station are too rushed to check gallons, the conveyor at the unloading station moves too fast, visual checkers at the visual empty gallon station throw gallons which will be treated for label replacement, the conveyor machine at the unloading station has died for several times, the manual unloading method at the unloading station is done by knocking down the gallon arrangement on the truck and pushing it down to the floor, and visual checker workers at the empty gallon visual station several times removing dirt contained in the gallon by banging it to the conveyor or the floor. The recommended recommendations aim to address the causes of cracked gallons. Keywords: analysis, cracks, criteria, FMEA, reject

Kata Kunci : afkir, analisis, FMEA, kriteria, retak

  1. D3-2021-432069-abstract.pdf  
  2. D3-2021-432069-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-432069-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-432069-title.pdf