Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penutupan Rute Penerbangan Batam-Rengat

ARIF NURRAHMAN, Dr. Ir. Dewanti, M.S;Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D

2021 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Salah satu rute penerbangan perintis yang mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan pada Tahun Anggaran 2018 adalah rute Batam-Rengat. Pada perkembangannya, rute perintis ini menjadi rute komersial, ditandai dengan masuknya maskapai komersial Wings Air pada bulan Agustus 2018. Akan tetapi pada bulan Juni 2019 maskapai Wings Air sudah tidak menawarkan rute tersebut kepada publik. Hingga saat ini tidak ada lagi layanan penerbangan yang dilakukan pada rute Batam – Rengat, sehingga merugikan masyarakat yang membutuhkan transportasi udara pada rute tersebut. Atas hal tersebut maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengungkap makna dibalik peristiwa penutupan rute penerbangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses perkembangan rute penerbangan Batam – Rengat selama kurun waktu tahun 2018-2019 dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penutupan rute penerbangan Batam-Rengat tahun 2019. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian metode kualitatif studi kasus. Informan dipilih sesuai kriteria tertentu dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengumpulan data sekunder terhadap lembaga/instansi terkait. Data wawancara direduksi dan dikelompokkan sesuai tema tertentu. Selanjutnya data primer bersama data sekunder disusun menjadi satu kesatuan untuk membuat gambaran peristiwa kegiatan penerbangan rute Batam-Rengat selama periode tahun 2018-2019. Analisis deret waktu digunakan untuk mendapatkan gambaran proses perkembangan rute dari penerbangan perintis hingga menjadi penerbangan komersial, dan analisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penutupan rute tersebut. Dari hasil analisis deret waktu diketahui penerbangan perintis berjalan selama enam bulan dari Februari 2018 – Juli 2018, kemudian beriringan dengan penerbangan komersial selama lima bulan dari Agustus 2018 sampai Desember 2018. Dari Januari 2019 sampai Juni 2019 hanya terdapat satu layanan penerbangan yaitu penerbangan komersial oleh Wings Air. Dari analisis faktor diketahui bahwa penutupan rute komersial Batam-Rengat dipengaruhi faktor demand penumpang, jadwal penerbangan, tarif pesawat , dan pola permintaan. Penelitian ini mendapatkan temuan lainnya yaitu rute penerbangan Japura-Padang memiliki potensi pasar yang baik dan upaya partisipasi masyarakat/pengusaha di Indragiri Hulu untuk membantu tingkat keterisian pesawat rute penerbangan Batam-Rengat.

One of the pioneer flight route approved by Communication Ministry in 2018 is Batam-Rengat route. In progress, the pioneer route changed into commercial route, signed by initiation commercial company of Wings Air in August 2018. However, in August 2019, the Wings Air Company did not offer the route to the public. Finally, now, there is no flight service provided to the route, which is detrimental to people who need air transportation on that route. For the reason, it is needed to conduct research to express significance behind the closing event of the flight route. This study aimed to analyze the process of Batam-Rengat route progress from 2018 to 2019 and identify factors that affecting the closure of the Batam-Rengat flight route in 2019 Method used in this study was qualitative study with case study. Information was chosen according to specific criteria and data were collected by in-depth interview and secondary data request to relevant institutions/organizations. Hereinafter, interview data were reduced and classified according to specific themes. Furthermore, primary and secondary data were compiled into a unit to make description of activity event of Batam-Rengat route flight from 2018 to 2019. Times series analysis was used to find description of route progress process from the pioneer flight to commercial flight, and factors analysis was used to identify the factors affecting the route closure. The results of time series analysis indicate that the pioneer flight operated during six months from February 2018 to July 2018; then, along with the commercial flight for five months from August 2018 to December 2018. From January 2019 to June 2019, there was only one flight service, namely, commercial flight by the Wings Air. The results of factor analysis indicate the closure of the Batam-Rengat commercial route is influenced by passenger demand, flight schedules, airplane fares, and demand patterns. This study found other findings, namely the Japura-Padang flight route has good market potential and community/business participation efforts in Indragiri Hulu to help the occupancy rate of aircraft on the Batam-Rengat flight route

Kata Kunci : angkutan udara, rute Batam-Rengat, penutupan rute, studi kasus

  1. S2-2021-449508-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449508-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449508-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449508-title.pdf