Laporkan Masalah

Pendekatan Komunikasi Partisipatif Berbasis Agama dan Budaya dalam Pelestarian Lingkungan di Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Wonosobo

NAJMU TSAQIB AKHDA, Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D., IPM; Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM

2021 | Disertasi | DOKTOR PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Dalam pembangunan lingkungan, keterlibatan aktor dalam proses komunikasi partisipatif di tengah keberagaman masyarakat merupakan kajian yang menarik untuk diteliti dan dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses komunikasi partisipatif yang dilakukan oleh para aktor dalam upaya pelestarian lingkungan di Dieng, serta menjelaskan dan menganalisis peran agama dan budaya dalam proses komunikasi partisipatif yang dilakukan oleh para aktor dalam pelestarian lingkungan di Dieng. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sembungan dan Dusun Gondang di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Komunikasi partisipatif yang dilakukan oleh para aktor dilakukan melalui tahapan-tahapan yang dinamis. Prinsip-prinsip komunikasi partisipatif yang menjadi temuan antara lain adanya trust, komunikasi dialogis, distibusi kuasa, resiprotsitas, dan partisipasi. Beberapa tahapan yang dilalui oleh para aktor antara lain komunikasi efektif, pembentukan pengetahuan, pembangunan komunitas dan aksi. Kombinasi dan integrasi antara aktor internal dan eksternal yang saling melengkapi telah mendorong pembangunan lingkungan berkelanjutan. Adanya tujuan bersama dalam rangka mengurai dan merespon permasalahan pembangunan lingkungan menjadi landasan bergerak bagi semua aktor. Selain itu, terdapat dinamika perubahan sosial, serta tahapan dan proses komunikasi partisipatif yang melibatkan berbagai aktor dengan dukungan kuat agama dan budaya. Agama dan budaya dalam proses komunikasi partisipatif berperan sebagai sumber inspirasi yang mampu membentuk cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Sementara itu, berbagai tradisi yang ada di masyarakat, mitos yang masih diyakini, serta pengetahuan lokal dalam pengolahan lahan menjadi sarana dalam memahami hubungan manusia dan lingkungan yang seimbang. Kontribusi signifikan dari Disertasi ini yaitu adanya tahapan dan proses komunikasi partisipatif yang spesifik dengan mengadaptasi dinamika dan stakeholder yang terlibat di lokasi, serta memperkuat konsep dan karakteristik Development Support Communication dengan kondisi dan prasayat tertentu. Hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap kebijakan dan kegiatan pembangunan masyarakat dan lingkungan. Dalam kegiatan komunikasi pembangunan perlu adanya keterlibatan tokoh agama, organisasi berbasis keagamaan, dan lembaga kebudayaan.

In environmental development, the involvement of actors in the participatory communication process in the multiple society is an interesting study. This study aims to describe and analyze the participatory communication process carried out by actors in environmental conservation efforts in highland, as well as to explain and analyze the role of religion and culture in the participatory communication process carried out by actors in environmental conservation. This research was conducted in Sembungan Village and Gondang Hamlet in Wonosobo Regency, Central Java. The research uses an ethnographic approach. The principles of participatory communication that were found include the existence of trust, dialogical communication, distribution of power, reciprocity, and participation. The results showed that the participatory communication approach was carried out through dynamic stages such as effective communication, creating knowledge, building communities, and action. The results of the analysis show that each communication element plays a very important role in the participatory communication process. In addition, the participatory communication approach model carried out by actors and stakeholders greatly contributes to environmental development efforts. In the participatory communication process, there are very dynamic stages, and this is the uniqueness of this research. This uniqueness cannot be separated from the influence of religion and culture inherent in the research location. The findings of this study indicate that religion and culture, either directly or indirectly, have influenced the way actors and society perceive the environment. The existence of similarities in religious beliefs, local knowledge, myths, and rituals that exist in society also plays a role in increasing the effectiveness of communication between actors and the community. However, different perspectives also have different effects in responding to various environmental damage that occurs around agricultural land. This participatory communication research shows that the Development Support Communication (DSC) concept can work in supporting environmental development in the Dieng highlands. However, the DSC approach requires effective communication to form active participation from the community. This effective communication can be formed through the involvement of actors through various media, both interpersonally and through various existing communities. The results of the research can be used as an evaluation material for community and environmental development policies and activities. In development communication activities, it is necessary to involve religious leaders, religious-based organizations, and cultural institutions.

Kata Kunci : Komunikasi Pembangunan, Komunikasi Partisipatif, Pembangunan Lingkungan, Agama dan Budaya/ Development Communication, Participatory Communication, Environmental Development, Religion and Culture

  1. S3-2021-405489-abstract.pdf  
  2. S3-2021-405489-bibliography.pdf  
  3. S3-2021-405489-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2021-405489-title.pdf