Laporkan Masalah

Prevalensi dan Faktor Risiko Kawin Berulang pada Sapi Potong di Tingkat Peternak Kabupaten Sleman

RIAN MAULANA, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, M.P. ; Heru Susetya, M.P., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER SAINS VETERINER

Rendahnya efisiensi reproduksi pada sapi potong mengindikasikan terjadinya gangguan reproduksi salah satunya yaitu kawin berulang. Kawin berulang adalah sapi betina yang mempunyai siklus estrus normal dan telah dikawinkan paling tidak tiga kali dengan pejantan atau semen pejantan fertil tetapi belum bunting tanpa disertai gejala klinis dari penyakit atau abnormalitas alat reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor penyebab terjadinya kasus kawin berulang pada sapi potong di tingkat peternak Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan kajian observasional dan rancangan penelitian yang digunakan adalah kajian cross sectional untuk mengetahui prevalensi serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kejadian kawin berulang. Teknik tahapan ganda dan klaster digunakan untuk pengambilan sampel. Besaran sampel yang digunakan adalah 425 peternak dengan memberikan bobot kesebandingan populasi (proportional to size) pada tiap kecamatan dan kelompok ternak. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan dilakukan diuji Chi square untuk mengukur asosiasi dengan tingkat konfidensi 95% dan uji odd ratio (OR) untuk mengukur kekuatan asosiasi. Tahapan analisis data berupa analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kawin berulang pada sapi potong di tingkat peternak Kabupaten Sleman adalah sebesar 30,4%. Pada analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian kawin berulang adalah kebersihan lingkungan kandang (OR=2,381), frekuensi pemberian pakan (OR=2,77), pengalaman beternak (OR=3,378), saluran pembuangan (OR=4,484), pengetahuan siklus estrus (OR=5,263) dan jenis pakan yang diberikan (OR=6,061). Faktor risiko jenis pakan yang diberikan menjadi faktor dominan karena memiliki nilai p yang signifikan dan nilai OR paling besar.

Low reproduction efficiency in beef cattle indicates the occurrence of the reproductive disorder, one of which is repeat breeding. Repeat breeding is the female cow with a normal estrus cycle and has been bred at least three times with bull or fertile bull semen which has never been pregnant without clinical symptoms of disease or abnormality in reproductive organs. This research aims to determine the prevalence and the causative factor of repeat breeding in beef cattle at the breeder level in Sleman Regency. This research is an observational study and the experiment design used is a cross-sectional study to determine the prevalence and to identify the causative factors of repeat breeding. Multistage cluster sampling designs were used to extract samples. The sample size used was 425 breeders which offered probability proportional to size in each sub-district and breeder group. The data gathered were analyzed descriptively and Chi-square was used to determine the association with a confidence level of 95% and odds ratio (OR) test to determine the strength of association. Data analysis was done using univariate, bivariate, and multivariate analysis through multivariate logistic regression test. The results showed that beef cattle repeat breeding at breeder level in Sleman Regency was 30.4%. Multivariate analysis showed that risk factors that significantly affected the repeat breeding occurrence were cage hygiene (OR=2,381), feeding frequency (OR=2,77), breeding experience (OR=3,378), drainage system (OR=4,484), knowledge of estrus cycle (OR=5,263) and type of feed (OR=6,061). Risk factor type of feed was the dominant factor due to the significant p-value and highest OR value.

Kata Kunci : Prevalensi, kawin berulang, sapi potong, peternak, Chi square, Sleman

  1. S2-2021-437297-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437297-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437297-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437297-title.pdf