Laporkan Masalah

PENGARUH ORDE PERCABANGAN TERHADAP PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth. DI KAWASAN PESISIR TRISIK GALUR KULON PROGO

RIMA AUGI FITRA A, Ir. Sri Danarto, M.Agr.Sc.;Dr. Dra. Winastuti Dwi Atmanto, MP.

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Formis (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.) merupakan salah satu jenis tanaman keras yang dijumpai di kawasan pesisir dan berfungsi sebagai penahan angin. Angin kencang di kawasan pesisir menyebabkan bunga Formis rontok dan menghambat proses pembungaan. Pembungaan merupakan tahapan penting yang mempengaruhi produktivitas biji pada tanaman. Variasi kemunculan bunga pada orde cabang akan menentukan posisi bunga dalam tajuk dan mempengaruhi peluang diserbuki. Penelitian ini bertujuan mengetahui periode pembungaan dan pengaruh orde percabangan terhadap proses pembungaan dan pembuahan Formis di kawasan pesisir Trisik, Galur, Kulon Progo. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak lima pohon sampel diamati, dari setiap pohon ditandai 3 malai bunga pada setiap orde cabang yang dipilih. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan pembungaan-pembuahan mulai dari tunas bunga, bunga mekar hingga buah muda dan buah tua. Dilakukan perhitungan Keberhasilan Reproduksi dan pengujian Daya Berkecambah biji dari orde cabang yang diamati. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa periode pembungaan Formis berlangsung selama 1-2 bulan. Terdapat perbedaan durasi perkembangan bunga Formis antara orde cabang 3 dengan orde cabang 4 dan 5. Perkembangan kuncup hingga bunga mekar pada orde cabang 3 terjadi lebih cepat yaitu berkisar 48,56�±3,24 hari. Pada orde orde cabang 4 dan 5, durasi pembungaan berlangsung hampir sama selama 58,20�±10,13 dan 58,71�±8,40 hari. Sementara itu, variasi orde percabangan tidak menunjukkan adanya perbedaan hasil pada perhitungan nilai Keberhasilan Reproduksi dan Daya Berkecambah biji Formis di kawasan Pesisir Trisik, Galur, Kulon Progo.

Formis (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.) is a leguminous tree that can be planted in coastal areas as wind breaker. Strong winds have caused the flowers drop which can impede the flowering process. Flowering is an important phase that would affect the seed productivity. Variation of flower initiation on the branch order would determine the flower position in tree and the opportunity to be pollinated. The study aimed to determine the period of flowering and the effect of branch order on the development of flowering and fruiting of Formis at Trisik, Galur, Kulon Progo. A purposive sampling technique was used in this study. There were five trees selected at each site and three inflorescences were observed at each branch. Flowering and fruit development were observed. Tree reproductive success was calculated and seed germination capability was tested. The results showed that the period of flowering of Formis proceeded within 1-2 months. The duration of flower development varied according to branch order. Duration of flowering on the third order branch was shorter (48,56�±3,24 days) than flowering on the fourth (58,20�±10,13 days) and fifth order branch (58,71�±8,40 days). The variation of branches order did not indicate the difference in reproductive success and seed germination capability.

Kata Kunci : Formis, orde cabang, pembungaan, pembuahan/Formis, branch order, flowering, fruiting

  1. S1-2021-393979-Abstract.pdf  
  2. S1-2021-393979-Bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393979-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-393979-Title.pdf