Laporkan Masalah

KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN LAIN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSUD Dr SAIFUL ANWAR MALANG

ESTIKA MEI DIANA, Prof Dr apt Satibi, M.Si, SSi. ; Dr. apt Anna Wahyuni Widayanti, MPH

2021 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Tenaga kesehatan (nakes) lain termasuk Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), Nutrisionis dan Radiografer memiliki resiko tinggi tertular virus COVID-19 selama bekerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terbukti efektif mencegah penularan virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan tenaga kesehatan lain di RSUD Dr Saiful Anwar dalam menggunakan APD, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya serta mengetahui bagaimanakah pengelolaan APD selama pandemi Penelitian ini dirancang secara cross-sectional terhadap nakes lain yang bertugas di ruang perawatan covid-19 dan non-covid-19 RSUD Dr Saiful Anwar Malang selama bulan November 2020 sampai dengan Februari 2021 dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner terdiri dari empat pertanyaan untuk menilai kepatuhan dan 18 pertanyaan untuk mengeksplorasi faktor- faktor yang memengaruhinya. Wawancara terhadap informan yang dipilih secara purposive dilakukan untuk mengekplorasi lebih dalam tentang kepatuhan dan kepada Kepala Intalasi Farmasi untuk mengetahui pengelolaan APD. Uji chi-square dan mann-whitney digunakan untuk membandingkan tingkat kepatuhan berdasarkan karakteristik responden sedangkan uji regresi logistik biner untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 165 orang. Lebih dari 80% responden bertugas di non-covid. Hanya 20% responden memiliki pengalaman kerja lebih dari 15 tahun. Kepatuhan dalam menggunakan APD sebesar 67,3%. Tidak terdapat perbedaan kepatuhan antara petugas di covid-19 dan non-covid-19. Pada analisis univariat, faktor-faktor yang mepengaruhi kepatuhan adalah kesulitan dalam menggunakan, melepas dan membuang APD, kurangnya pelatihan dan pemantauan rutin, ketidakyakinan petugas terhadap efektivitas serta ketidaknyamanan petugas menggunakan APD, serta adanya kepedulian untuk saling mengingatkan diantara rekan kerja. Kesulitan dalam menggunakan, melepas dan membuang APD (OR 2,83, p=0,025) merupakan faktor independen yang berpengaruh terhadap kepatuhan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelatihan yang tidak merata, keraguan akan efektivitas dan rasa tidak nyaman menggunakan APD berpengaruh pada kepatuhan. Strategi mengelola APD selama pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan proses restriksi saat pendistribusian, berkoordinasi dengan bagian terkait serta meminta dukungan dari manajemen rumah sakit.

Non-Medical health workers, including pharmacists, pharmaceutical technical personnel, nutritionists, and radiographers, have a high risk of COVID-19 infection. The use of Personal Protective Equipment (PPE) prevents virus transmission effectively. This study aims to determine the compliance in using PPE, identify the influencing factors, and explore the PPE management during the pandemic. This cross-sectional study used questionnaires and interviews with other health workers in Covid-19 and non-covid-19 wards at Saiful Anwar General Hospital from November 2020 until February 2021. The questionnaire consists of four questions to assess compliance and eighteen questions to explore its factors. The interview with selected respondents and the chief of the pharmacy department was to explore more deeply about compliance and learn PPE management. This study used Chi-square tests and Mann-Whitney test to compare the compliance between the groups of respondents. Binary logistic regression was used to determine the influencing factors. A hundred and sixty-five participants were included in this study. More than 80% of them work in non-covid-19. Only 20% of respondents have more than 15 years of work experience. Compliance in using PPE is 67.3%. There is no difference in compliance between covid-19 and non-covid-19 groups. The factors that influence compliance are difficulties to use and disposing of PPE, lack of regular training and monitoring, unsure about the effectiveness and discomfort of using PPE, concern for reminding each other among colleagues. Difficulty in using, removing, and disposing of PPE (OR 2.83, p=0.025) is an independent factor that affects compliance. The interviews showed that lack of regular training, doubts about the effectiveness, and discomfort of using PPE affected compliance. The strategy for managing PPE during the COVID-19 pandemic is to carry out a restriction process during distribution, coordinate with related departments and ask for support from hospital management.

Kata Kunci : APD, Tenaga Kesehatan lain, Kepatuhan, COVID-19 / PPE, Other healthcare professional workers, Compliance, COVID-19

  1. S2-2021-447961-abstract.pdf  
  2. S2-2021-447961-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-447961-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-447961-title.pdf