Laporkan Masalah

Kebangkitan Barongsai di era reformasi

PUTRA, Bintang Hanggoro, Prof.Dr. R.M. Sudarsono

2002 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Barongsai adalah kesenian etnis Cina yang telah lama berkembang di Indonesia, khususnya di Semarang sebagai kota pelabuhan dan kota dagang terbesar di Jawa Tengah. Kehidupan * kesenian Barongsai mengalami dinamika yang menarik. Terutama kebangkitannya pada Era Reformasi ini setelah selama lebih kurang 32 tahun tidak pernah tampil di depan khalayak ramai. Berdasar latar belakang itu, penelitian ini &an mengungkap pennasalahan tentang latar belakang kehidupan Barongsai di Semarang, fungsi Barongsd di Era Reformasi, dan bangkitnya kembali Barongsai di Era Reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan kebangkitan kesenian Barongsai di Semarang pada Era Reformasi. Berkaitan dengan itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh manfaat informasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan multi disiplin berdasar pada teori fungsionalisme. Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi dokumen, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa diduga Barongsai telah ada di Indonesia sejak abad XIV. Hal itu ditunjukkan dengan peninggalan-peninggalan sejarah Cina di Semarang yang sampai kini menjadi legenda masyarakat Semarang. Selanjutnya, keberadaan Barongsai di Semarang pada jaman dahulu berfungsi sebagai sarana upacara ritual. Namun di Era Reformasi ini Barongsai juga berfungsi sebagai alat politik. Bahkan dapat dikatakan, bahwa bangkitnya kembali Barongsai di Era Reformasi ini sebagai &bat masuknya pertunjukan Barongsai dikancah politik. Kehidupan kesenian Barongsai mengalami pasang surut setiap periode. Hal itu tergantung dari kehidupan sosial dan politik yang terjadi. Dengan kata lain, gejolak kehidupan kesenian Barongsai banyak ditentukan oleh dinamika politik yang terjadi di Indonesia.

Barongsai is Chinese ethnic art that has long been developed in Indonesia, especially in Semarang as the biggest portal and ttading city in Central Java. The Barongsai art experiences its interesting * dynamics, especially in its reemergence in the reform era after approximately 32 years it has been banned and never performed publicly. Based on the background, the study is conducted to uncover the problems of the Barongsai art in Semarang, its function and its reemergence in the reform era. The objective of the study is to analyse and to describe the reemergence of the Barongsai art in Semarang in reform era. Concerning to the matter, the results of the study are expected to provide some useful information and documentations. It is conducted using a multidisciplinary approach on the basis of functionalism theory. Thus, the data collecting technique are document study, interview and observation. The results of the study that the Barongsai art has existed in Indonesia since 14th century. It is indicated by the historical heritage of Chinese culture in Semarang serving up to present as a legend among Semarang people. Subsequently, the existence of the Barongsai in Semarang in the past served as means of certain rituals. However, it is in the present reform era the Barongsai serves also as a political means. Even it can be stated that the reemergence of the Barongsai is as a consequence of the Barongsai art performance in political area. The Barongsai art has experienced its up-and-down development in each period of time. It depends highly on the real time social and political life. In other words, the turbulence of the art life of the Barongsai is defined by the dynamics of the politics taking place in Indonesia.

Kata Kunci : Seni Pertunjukan, Barongsai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.