Laporkan Masalah

LOAN LOSS PROVISIONING BEHAVIOR OF INDONESIAN CONVENTIONAL BANKS LISTED IN JAKARTA STOCK EXCHANGE

DIRDHA PAWITRA S, Prof. I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencadangan kerugian bank umum Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi provisi kerugian pinjaman bank tersebut. Faktor penentu tersebut antara lain Non-Performing Loan (NPL), Total Capital Ratio (CAR), Laba Sebelum Pajak dan Provisi (EBITA), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan pertumbuhan PDB. Pengamatan diambil dari database Reuters Eikon dari tahun 2009 - 2019. Hasil regresi penelitian ini menunjukkan bahwa NPL dan LDR berpengaruh positif terhadap provisi kerugian pinjaman, EBITA berpengaruh negatif terhadap provisi kerugian pinjaman, dan pertumbuhan CAR dan PDB tidak mempengaruhi provisi kerugian pinjaman. Dari hasil regresi, bank umum Indonesia meningkatkan provisi mereka ketika risiko kredit meningkat untuk mencegah tingkat kemacetan kredit lebih lanjut dan juga untuk mempertahankan di bawah ambang batas NPL 5%. Perilaku pencadangan dianggap prosiklikal dibuktikan dengan hubungan negatif antara EBITA dan penyisihan kerugian pinjaman dan bagaimana pertumbuhan PDB tampaknya tidak mempengaruhi jumlah penyisihan kerugian pinjaman. Oleh karena itu, bank umum Indonesia menyisihkan lebih sedikit provisi meskipun pendapatan meningkat atau siklus ekonomi berubah dan memilih untuk menyisihkan lebih banyak sebaliknya.

The purpose of this research is to understand the loan loss provisioning behavior of Indonesian commercial banks listed in the Jakarta Stock Exchange and to see what determinants impacted the bank's loan loss provision. The determinants include Non-performing loans (NPL), Total Capital Ratio (CAR), Earnings before Taxes and Provisions (EBITA), Loan to Deposit ratio (LDR), and GDP growth. Observations were taken from the Reuters Eikon database from 2009-2019. The regression results of this research showed that NPL and LDR has a positive influence on loan loss provision, EBITA has a negative influence on loan loss provisions, and CAR and GDP growth has no influence on loan loss provisions. From the regression results, Indonesian commercial banks increase their provisions when credit risk increases to prevent further default rates and to maintain below the 5% NPL threshold. Provisioning behavior is considered procyclical proven by the negative relationship between EBITA and loan loss provisions and how GDP growth does not seem to influence the amount of loan loss provisions. Therefore, Indonesian commercial banks set aside less provisions despite increased earnings or changing economic cycles and chooses to set aside more vice versa.

Kata Kunci : Loan loss provisions, Indonesian commercial banks, procyclicality, income smoothing, BASEL

  1. S1-2021-375479-abstract.pdf  
  2. S1-2021-375479-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-375479-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2021-375479-title .pdf