Laporkan Masalah

SLOW FOOD MOVEMENT DARI PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN ANTROPOSENTRISME DAN RELEVANSINYA DENGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PERTANIAN DI INDONESIA

NI PUTU AYU NITA A, Dra. Hj. Jirzanah, M.Hum

2021 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Penelitian ini berjudul “Slow Food Movement dari Perspektif Etika Lingkungan Antroposentrisme dan Relevansinya dengan Keanekaragaman Hayati Pertanian di Indonesia”. Permasalahan yang diangkat mengenai perubahan pola konsumsi masyarakat yang mempengaruhi keanekaragaman hayati. Slow food movement adalah gerakan memusatkan dalam menekankan esensi makanan. Makanan yang menjadi sentral dipercaya bahwa melalui makanan dapat mengubah dunia. Permasalahan ini akan dikaji lebih dalam dengan menggunakan teori etika lingkungan antroposentrisme. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis mengenai slow food movement dari perspektif etika lingkungan antroposentrisme karena kegiatan yang memusatkan gerakan dari manusia untuk manusia dalam upaya memperbaiki dunia. Objek material penelitian ini adalah aktivitas slow food movement dan objek formalnya adalah etika lingkungan antroposentrisme. Bahan penelitian ini berasal dari buku, jurnal, artikel, dan skripsi yang berkaitan tentang slow food. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan ditunjang dengan wawancara. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dengan studi pustaka dan wawancara, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Unsur metodisnya yaitu deskripsi, interpretasi, heuristika dan refleksi kritis. Etika lingkungan antroposentrisme menjadi dasar menganalisis slow food movement. Etika lingkungan antroposentrisme dan slow food movement memiliki pusat yang sama yaitu manusia. Pola perilaku dan kebutuhan manusia dapat mempengaruhi lingkungan. Slow food movement dengan sentral gerakan pada makanan mengharapkan mampu memberikan pengaruh bukan hanya terhadap lingkungan tetapi juga dunia. Keanekaragaman hayati memiliki pemaknaan politik budaya bhineka karena setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan hayati masing-masing. Slow food dalam kegiatannya mengutamakan orisinalitas suatu makanan yang berada dalam suatu tempat serta budayanya. Kegiatan dengan mempertahankan originalitas dalam jangka panjang bersama mempertahankan keanekaragaman hayati pertanian di Indonesia.

The purpose of this research is to analyze the slow food movement from the perspective of environmental ethics of anthropocentrism because it is an activity that focuses on the movement of humans to humans to improve the world. The Slow food movement is a movement that focuses on emphasizing the essence of food. Food is the center of belief through food that can change the world. This problem will be studied more deeply by using anthropocentrism's environmental ethics theory. The object of this research material is slow food movement activity, and the formal object is environmental ethics of anthropocentrism. This research material comes from books, journals, articles, and theses related to slow food. This research uses literature study and is supported by interviews. The research begins with data collection with literature study and interviews, data analysis, and preparation of research reports. The methodical elements are description, interpretation, heuristics, and critical reflection. The environmental ethics of anthropocentrism is the basis for analyzing the slow food movement. The environmental ethics of anthropocentrism and the slow food movement have the same center, namely humans. Patterns of behavior and human needs can affect the environment. The slow food movement with a central movement in food hopes to have an impact not only on the environment but also on the world. Biodiversity has a political meaning of cultural diversity because each region in Indonesia has its own biological characteristics. Slow food in its activities prioritizes the originality of a food that is in a place and its culture. Activities to maintain originality in the long term together maintain agricultural biodiversity in Indonesia.

Kata Kunci : Slow food movement, Etika lingkungan Antroposentrisme, Keanekaragaman Hayati

  1. S1-2021-393427-abstract.pdf  
  2. S1-2021-393427-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393427-tableofcontent.pdf  
  4. SI-2021-393427-title.pdf