Laporkan Masalah

HUBUNGAN KESADARAN DENGAN PERILAKU PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWA SARJANA ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

R DANANG YULIANTA, Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D; Dr. Wiwin Lismidiati, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat

2021 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian terbanyak pada wanita di dunia. Prevalensi kanker payudara terus meningkat tidak hanya menyerang wanita usia dewasa namun juga menyerang wanita usia remaja. Kesadaran mengenai kanker payudara pada remaja perlu ditingkatkan untuk mencegah kanker payudara sejak dini. Perilaku periksa payudara sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan oleh remaja karena murah, mudah serta dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kesadaran dengan perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Gadjah Mada dengan jumlah sebesar 209 orang serta dipilih menggunakan systematic random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Breast Cancer Awareness Scale � Indonesian (BCAS-I). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden tidak rutin melakukan SADARI (83,3%). Hubungan antara domain kesadaran kanker payudara dengan perilaku SADARI dapat dijabarkan sebagai berikut: Pengetahuan tanda dan gejala kanker payudara (p=0,000, r=0,366), pengetahuan faktor risiko kanker payudara (p=0,001, r=0,234), sikap terhadap pencegahan kanker payudara (p=0,127, r=0,106), hambatan skrining kanker payudara (p=0,000, r=�0,425), perilaku kesehatan berkaitan dengan kesadaran kanker payudara (p=0,000, r=0,393). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terkait kanker payudara, hambatan skrining kanker payudara serta perilaku kesehatan berkaitan dengan kesadaran kanker payudara dengan perilaku SADARI. Tidak terdapat hubungan antara sikap pencegahan kanker payudara dengan perilaku SADARI.

Background: Breast cancer is the most common cause of death in women in the world. The prevalence of breast cancer continues to increase, not only attacking women of adult age but also attacking women in their teens. Awareness about breast cancer in adolescents needs to be increased to prevent breast cancer from an early age. Breast self-examination behavior (BSE) is an early detection of breast cancer that can be done by adolescents because it is cheap, easy and can be done anywhere and anytime. Research Objectives: To determine the relationship between awareness and BSE behavior in undergraduate nursing students. Methods: This research is a cross sectional study. The participants in this study were undergraduate nursing students from Universitas Gadjah Mada with a total of 209 people and were selected using systematic random sampling. The research instrument used was the Breast Cancer Awareness Scale � Indonesian (BCAS-I). Data analysis used thetest Spearman Rank-correlation. Results: The majority of respondents do not routinely do BSE (83.3%). The relationship between the domain of breast cancer awareness and BSE behavior can be described as follows: Knowledge of breast cancer signs and symptoms (p=0.000, r=0.366), knowledge of breast cancer risk factors (p=0.001, r=0.234), attitudes towards breast cancer prevention (p=0.127, r=0.106), barriers to breast cancer screening (p=0.000, r=�0.425 ), health behavior related to breast cancer awareness (p=0.000, r=0.393). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge related to breast cancer, barriers to breast cancer screening and health behaviors related to breast cancer awareness and BSE behavior. There is no relationship between breast cancer prevention attitude and BSE behavior.

Kata Kunci : Kanker Payudara, Kesadaran Kanker Payudara, Mahasiswa, SADARI

  1. S1-2021-397839-abstract.pdf  
  2. S1-2021-397839-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-397839-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-397839-title.pdf