Laporkan Masalah

PENGGUNAAN PENDEKATAN RULE OF REASON DALAM TINDAKAN JUAL RUGI (PREDATORY PRICING) PRODUK SEMEN (Studi Terhadap Putusan KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2020)

GEA TAMASSA, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUKUM (KAMPUS JAKARTA)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis deskripsi tindakan jual rugi (predatory pricing) di dalam Pasal 20 UU Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta mengetahui dan menganalisis penerapan pendekatan rule of reason yang dilakukan KPPU dalam hal membuktikan adanya tindakan jual rugi (predatory pricing) produk semen oleh PT. Conch South Kalimantan Cement. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris yang menitikberatkan pada data sekunder secara kepustakaan untuk kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer melalui penelitian lapangan. Data penelitian lapangan diperoleh dari wawancara dan korespondensi dengan mantan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan ahli hukum di bidang hukum persaingan usaha. Selanjutnya data yang diperoleh tersebut dianalisis dengan metode kualitatif yaitu dengan menguraikan data yang diperoleh kemudian diperbandingkan kesesuaiannya dari sumber data yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa tindakan jual rugi (predatory pricing) merupakan jenis pelanggaran yang tidak hanya dapat dilakukan oleh pelaku usaha dominan. Posisi dominan bukanlah unsur dalam menentukan terjadinya predatory pricing, dengan demikian pelaku usaha kecil juga dapat melakukan predatory pricing. Posisi dominan adalah tujuan yang akan dikejar oleh pelaku usaha tersebut agar mendapatkan keuntungan eksesif (tinggi) serta penerapan rule of reason dalam perkara PT. Conch South Kalimantan Cement menggunakan teori pembuktian Hard Line Evidence Theory dan melakukan ATC Test dan atas pemenuhan unsur-unsur Pasal 20 UU Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, PT. Conch South Kalimantan Cement terbukti melakukan tindakan jual rugi (predatory pricing) produk semen.

The study aimed to identify and analyze description of predatory pricing in Article 20 of Law Prohibition of Monopolistic Practices And Unfair Business Competition and identify and analyze application of rule of reason by KPPU n terms of proving the existence of predatory pricing of cement products by Conch South Kalimantan Cement, Ltd. This type of research is normative juridical and empirical juridical research that focuses on secondary data in the literature to then proceed with research on primary data through field research. Field research data were obtained from interviews and correspondence with former commissioner KPPU and legal experts in the field of business competition law. Furthermore, the data obtained are analyzed by qualitative methods by describing the data obtained and then comparing its suitability from existing data sources. Based on the results of research and discussion, it is concluded that predatory pricing is a type of violation that can not only be done by dominant businesses. The dominant position is not an element in determining the occurrence of predatory pricing, thus small businesses can also conduct predatory pricing. Dominant position is the goal that will be pursued by the business in order to get an excess profit and application of rule of reason in the case of Conch South Kalimantan Cement, Ltd uses the theory of proof of Hard Line Evidence Theory and conducts ATC Test and on the fulfillment of the elements of Article 20 of Law Prohibition of Monopolistic Practices And Unfair Business Competition, Conch South Kalimantan Cement, Ltd is proven to conduct predatory pricing of cement products.

Kata Kunci : predatory pricing, rule of reason, persaingan usaha, KPPU.

  1. S2-2021-437234-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437234-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437234-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437234-title.pdf