Laporkan Masalah

PENGARUH KOMPOS AMPAS KOPI DAN PEMBERIAN NAUNGAN TERHADAP HASIL DAN KADAR KAROTENOID SELADA (Lactuca Sativa L.)

DARA CAESARRSTYA K, Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P.

2021 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Peningkatan trend konsumsi kopi turut menyumbang masalah limbah yang makin tidak terselesaikan. Ampas kopi dari limbah industri kopi yang berupa sisa ekstraksi espresso berpotensi diolah dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk organik bagi tanaman. Pengolahan ampas kopi yang benar disertai dengan dosis aplikasi yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman secara optimal, khususnya pada tanaman selada. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis kompos ampas kopi terhadap pertumbuhan dan hasil serta kadar karotenoid tanaman selada (Lactuca sativa L.) yang ditumbuhkan di dua intensitas cahaya yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2020 di Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan dan Perikanan Wilayah V, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot), faktor pertama sebagai main plot berupa perbedaan intensitas cahaya matahari yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan paranet berkerapatan 50% (N1) dengan faktor kedua berupa dosis kompos ampas kopi yaitu 0 g/polybag (K0), 150 g/polybag (K1), 450 g/polybag (K2), dan 750 g/polybag (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi positif pada variabel pengamatan luas daun umur 6 mspt, bobot segar tajuk umur 6 mspt, dan bobot kering tajuk umur 6 mspt. Kombinasi perlakuan yang menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman selada serta kadar karoten terbaik adalah N0K0 yang diduga disebabkan karena adanya toksisitas kafein dan tannin dalam kompos ampas kopi.

The increasing trend of coffee consumption is contributing to an increasingly unsolved waste problem. The coffee grounds from coffee industry waste in the form of espresso extractions have the potential to be used as alternative organic fertilizers for plants. Correct processing of spent coffee grounds followed by the correct application dosage can increase the growth and yield of plants optimally, especially in lettuce plants. The purpose of this study was to determine the effect of various doses of coffee grounds compost on the growth, yield, and carotenoid levels of lettuce (Lactuca sativa L.) grown at two different light intensities. The research was conducted in September until November 2020 at the Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan dan Perikanan Wilayah V, Pakem, Sleman, Yogyakarta. The study was designed using a split-plot design, the first factor as the main plot is differences in sunlight intensity, namely without shade (N0) and with plastic net shade with a density of 50% (N1) and as the second factor being the dose of coffee grounds compost, namely 0 g/polybag (K0), 150 g/polybag (K1), 450 g/polybag (K2), and 750 g/polybag (K3). The results showed that there was a positive interaction on the observation variable for leaf area aged 6 weeks, canopy fresh weight aged 6 weeks, and canopy dry weight aged 6 weeks. The combination of treatments that support the growth and yield of lettuce plants and the best carotene content is N0K0 which is thought to be due to the toxicity of caffeine and tannins in coffee grounds compost.

Kata Kunci : ampas kopi, naungan, pertumbuhan dan hasil selada, karotenoid

  1. S1-2021-398680-abstract.pdf  
  2. S1-2021-398680-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-398680-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2021-398680-title.pdf