Laporkan Masalah

SELEKSI EX SITU KETAHANAN TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) TERHADAP Helopeltis bradyi Waterhouse.

LISA ARIANI, RudiHari Murti; Arman Wijonarko

2021 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Seleksi ketahanan tanaman teh terhadap H. bradyi dapat dilakukan secara in situ, namun hasil seleksi in situ belum dapat digunakan untuk merepresentasikan sifat tahan, oleh karena itu perlu seleksi ex situ agar diperoleh informasi kesesuaian dengan hasil seleksi in situ, didapatkan klona PGL yang memiliki sifat tahan, dan diperoleh karakter yang menjadi indikator ketahanan tanaman teh terhadap H. bradyi. Penelitian dilakukan di Kebun PT. Pagilaran Afdeling Kayu Landak pada September 2020 sampai Januari 2021. Parameter yang digunakan meliputi tingkat serangan, karakter morfologi, dan karakter biokimia. Faktor perlakuan adalah delapan klona PGL, klona Gambung 7 dan TRI 2025 sebagai pembanding. Tahapan penelitian yaitu rearing H. bradyi, pengamatan di laboratorium, pembibitan, dan lapangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Dunnet dengan alpha 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil seleksi secara ex situ sesuai dengan seleksi in situ dan dapat digunakan untuk mengkonfirmasi seleksi secara in situ berdasarkan intensitas serangan. Klona PGL 15 merupakan klona paling tahan berdasarkan seleksi ex situ dan in situ. Ketebalan epidermis dan kandungan asam salisilat merupakan indikator ketahanan tanaman teh terhadap serangan H. bradyi.

Selection of the resistance of tea plants to H. bradyi can be done in situ, but the results of in situ selection cannot be used to represent resistance, therefore, ex situ selection is necessary in order to obtain information on conformity with the re-sults of in situ selection, clones are obtained PGL which has resistant properties, and obtained characters that become indicators of tea plant resistance to H. bradyi. The research was conducted at PT. Pagilaran Afdeling Kayu Ladak from September 2020 to January 2021. The parameters used included attack rate, morphological characters, and biochemical characters. The treatment factors were eight PGL clones, Gambung 7 clones and TRI 2025 for comparison. The stages of the research were rearing H. bradyi, observations in the laboratory, nurseries, and the field. The results of the observations were analyzed using Dunnet's test with an alpha of 5%. The results showed that the results of ex situ selection were in accordance with in situ selection and could be used to confirm in situ selection based on attack intensi-ty. PGL 15 clone was the most resistant clone based on ex situ and in situ selection. Epidermal thickness and salicylic acid content are indicators of tea plant resistance to H. bradyi attack.

Kata Kunci : Seleksi ex situ; ketahanan; infestasi; H. bradyi

  1. S1-2016-398687-abstract.pdf  
  2. S1-2016-398687-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-398687-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-398687-title.pdf  
  5. S1-2021-398687-abstract.pdf  
  6. S1-2021-398687-bibliography.pdf  
  7. S1-2021-398687-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2021-398687-title.pdf