Laporkan Masalah

Evaluasi Pelepasliaran Beruang Madu (Helarctos malayanus (Raffles, 1821)) di Wildlife Rescue Centre Jogja

CANAVALIA WEDELIA A, Drs. Bambang Agus Suripto, S.U., M.Sc.

2021 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Beruang madu (Helarctos malayanus) adalah beruang terkecil yang berstatus rentan menurut IUCN 2017 dan merupakan satwa dilindungi dalam Permenlhk (2018), sehingga penting untuk diadakannya konservasi dan rehabilitasi satwa. Salah satu lembaga konservasi yang melakukan rehabilitasi terhadap Beruang madu adalah Wildlife Rescue Centre Jogja yang memiliki dua Beruang madu bernama Bedhu dan Teagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian Beruang madu dan mengevaluasi tingkat kesiapan untuk pelepasliarannya. Metode yang dilakukan adalah metode focal sampling, setiap 30 menit pengamatan dalam tujuh hari dengan acuan delapan kategori perilaku dalam ethogram. Data dibuat menjadi diagram persentase aktivitas harian dan dilakukan evaluasi kesiapan pelepasliaran secara deskriptif-kualitatif. Hasil dari data aktivitas harian menunjukkan perilaku diurnal, data kesehatan menunjukkan kondisi sehat, dan hasil evaluasi kesiapan pelepasliaran menunjukkan empat dari enam kriteria yang diamati menunjukkan perilaku yang mirip dengan perilaku alaminya. Dapat disimpulkan bahwa Beruang madu di WRC Jogja belum siap untuk dilepasliarkan ke habitatnya.

Sun Bear (Helarctos malayanus) are the smallest bear, statused as vulnerable according to IUCN 2017 and are protected animal in Indonesian State Minister for the Environment������¢���¯���¿���½���¯���¿���½s Law (2018), therefore it is important to conserve and rehabilitate it. One of conservation institution which rehabilitate Sun bear are Wildlife Rescue Centre Jogja that have two Sun Bears named Bedhu dan Teagan. This research aim to acknowledge daily activity of Sun bear and to evaluate preparation rate to release it. Method used are focal sampling method, by observing every 30 minutes in seven days based on eight behaviour chategories in ethogram. The data made into percentage diagram of daily activity and release readiness evaluated with descriptive-qualitative assessment. Result from the daily activity data show diurnal behavior, health condition show healthy status, and pre-release assessment show four of six criterias not different from their natural behavior. The conclusion is Sun bear in WRC Jogja not ready yet to be release into their habitat.

Kata Kunci : Beruang, Evaluasi Pra-pelepasliaran, Aktivitas Harian, Rehabilitasi, dan Habituasi / Bear, Release Readiness, Daily Activity, Rehabilitation, and Habituation

  1. S1-2013-320333-abstract.pdf  
  2. S1-2013-320333-bibliography.pdf  
  3. S1-2013-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2013-320333-title.pdf  
  5. S1-2017-414094-abstract.pdf  
  6. S1-2017-414094-bibliography.pdf  
  7. S1-2017-414094-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2017-414094-title.pdf