Laporkan Masalah

PENGARUH SUHU PENGARANGAN DAN KARAKTERISTIK ENERGI BIOMASSA KAYU JATI UNGGUL NUSANTARA (JUN) UMUR 6 TAHUN

YUSI DIAN WIDIYAWATI, Denny Irawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kayu Jati merupakan kayu dengan rotasi tebang yang lama. Rotasi tebang jati yang lama menyebabkan ketersediaan bahan baku jati semakin menurun sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu, PT Surya Mataram mengembangkan jenis varietas jati dengan pertumbuhan yang cepat salah satunya adalah kayu Jati Unggul Nusantara (JUN) yang telah ditanam di daerah Gunungkidul. Umumnya, pemanfaatan kayu jati untuk konstruksi hanya pada bagian batang (10 cm di atas permukaan tanah sampai TBBC) dan sisanya menjadi limbah. Salah satu manfaat limbahnya adalah untuk bahan bakar atau dikonversi menjadi arang dengan kelebihan umur simpan dan keawetan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat energi pembakaran limbah tebangan JUN umur 6 tahun serta pengaruh suhu pengarangan terhadap sifat energi arang yang dihasilkan. Penelitain ini menggunakan biomassa pohon JUN umur 6 tahun yaitu sisa batang pangkal, batang ujung, cabang, ranting, dan daun. Masing-masing sampel tersebut dihaluskan menjadi serbuk dengan ukuran 40-60 mesh untuk dianalisis kandungan kimianya berupa kadar ekstraktif, Klason lignin, dan lignin terlarut asam. Selain itu, dibuat sampel berbentuk chip pipih dimensi 0,5 x 10 cm untuk proses pengarangan. Sampel berupa cuplikan 1 g digunakan untuk analisis nilai kalor dan sampel berukuran 2x2x2 cm untuk analisis berat jenis, serta sampel seberat masing-masig 2 g untuk analisis proksimat yaitu kadar abu, kadar volatil, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa pada tiap bagian pohon JUN umur 6 tahun memiliki karakteristik energi yang berbeda kecuali pada parameter nilai kalor. Interaksi perbedaan bagian pohon dengan suhu pengarangan memberikan pengaruh nyata, kecuali terhadap rendemen arang, berat jenis, kadar volatil, dan kadar karbon terikat yang dihasilkan. Sifat energi arang terbaik dihasilkan dari kombinasi bagian cabang dengan suhu pengarangan 400 °C dengan nilai berat jenis 0,349; nilai kalor 7717,401 kal/g; kadar volatil 15,374%; kadar abu 6,280%; serta kadar karbon terikat 78,346%.

Teak wood is a kind of superior wood that has a long rotation period of harvesting. This long rotation period has been causing a decrease in the supply of teak wood material, so the market's demands couldn't be met. Therefore, PT Surya Mataram started producing new varieties of fast growing Teak that is Jati Unggul Nusantara (JUN) which has been planted in Gunungkidul area. In general, parts of a teak tree, which were only utilized for construction, are the stem base of the tree (10 cm above ground level to TBBC), and the rest parts become waste. Its unusable parts can be converted to fuel and long-lasting durable charcoal. This research aims at determining the energy properties of the 6-year-old JUN's logging waste and the effect of the temperature on their charcoal properties. This research used the 6-years-old JUN tree's biomass: the rest of the stem base, tip stems, branches, twigs, and leaves. Each sample was ground into a powder with the size of 40-60 mesh for the analysis of chemical content which including extractive content, Klason lignin content, and acid soluble lignin content. Moreover, samples were made in the form of flat chips with dimensions of 0.5 x 10 cm for a carbonisation process. Samples with the weight of 1 g were used for calorific value analysis and samples with the measurement of 2x2x2 cm were used for specific gravity analysis, as well as a sample weighing 2 g each for proximate analysis, including ash content, volatile content, and fixed carbon content. The results showed that the biomass in each part of the 6-year-old JUN tree had different energy characteristics, except for the calorific value parameter. The interaction between different tree parts and carbonisation temperatures had a significant effect, except for the yield of charcoal content, specific gravity, volatile content and the resulting fixed carbon content. The best charcoal energy properties were resulted from the combination of the branches with a carbonisation temperature of 400 °C resulting a specific gravity value 0.349; calorific value 7717.401 cal/g; volatile content 15.374%; ash content 6,280%; and fixed carbon content 78.346%.

Kata Kunci : JUN energi biomassa suhu arang 6 tahun/JUN energy biomass temperature charcoal 6 years

  1. S1-2021-393993-Abstrak dan Abstract.pdf  
  2. S1-2021-393993-Bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393993-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-393993-Title.pdf