Laporkan Masalah

Perencanaan Record Center di Kantor Kapanewon Panggang Kabupaten Gunungkidul

BAGUS SADEWA, Indah Novita Sari, S.IIP., M.A

2021 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPAN

Tugas akhir ini merupakan hasil praktik kerja lapangan yang dilakukan di Kantor Kapanewon Panggang selama dua bulan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan bagaimana budaya organisasi, perencanaan ruang penyimpanan arsip yang sesuai, serta kendala yang dialami dalam perencanaan record center di Kantor Kapanewon panggang Kabupaten Gunungkidul. Terdapat tiga metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode observasi partisipatif, metode wawancara, dan metode studi pustaka. Metode observasi partisipatif dilakukan dengan melakukan pengamatan dan partisipasi langsung dalam semua kegiatan kearsipan. Metode wawancara dilakukan pada dua orang narasumber yang terdiri dari seorang tenaga harian lepas (THL) dan seorang kepala jawatan pelayanan. Metode studi pustaka dilakukan dengan melakukan kajian yang bersumber dari bahan pustaka. Kantor Kapanewon Panggang menerapkan budaya organisasi Atomistis (bionysius) dimana semua orang akan saling membantu untuk mencapai tujuan. Budaya yang diterapkan dapat menjadi modal dasar untuk tata kelola kearsipan yang lebih baik. Dalam proses perbaikan, perencanaan record center dibutuhkan karena akan menjadi awal dari proses pengelolaan arsip inaktif di Kantor Kapanewon panggang. Elemen yang dibutuhkan dalam perencanaan record center adalah penentuan ruangan, estimasi volume, beban muatan ruangan serta kebutuhan sarana dan prasarana penunjang. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala yang belum terpecahkan di Kantor Kapanewon Panggang yaitu proses pengadaan tenaga kearsipan (arsiparis), keterbatasan anggaran yang dimiliki, serta belum memiliki acuan untuk membuat jadwal retensi arsip.

This final paper was the result of fieldwork practices which being held in Kantor Kapanewon Panggang for two months. The purpose of this final paper is to explain the how organizational culture, planning for appropriate record center, and the obstacles from planning a record center in kantor kapanewon Panggang Gunungkidul Regency. There are three methods used to collect data, that is participatory observation method, interview method, and literature study method. The participatory observation method is carried out by observing and participating directly in all archival activities. The interview method was carried out on two resource persons consisting of a freelance daily worker and the head of service. The literature study method is carried out by conducting studies sourced from library materials. Kantor Kapanewon Panggang applies an atomistic (bionysius) organizational culture where everyone would help each other to reach the goals. The applied culture can be the basis for better records management. In the repair process, a record center plan is needed because it will be the beginning of the inactive record management process in Kantor Kapanewon Panggang. The elements needed in planning a record center are room arrangement, volume estimation, room loading, and supporting facilities and infrastructure. However, there are some unresolved problems in Kantor Kapanewon Panggang, that is the procurement process for an archivist, limited budgets, and did not have a reference for making record retention schedules.

Kata Kunci : Record Center, Perencanaan, Arsip Dinamis Inaktif/ Record Center, Planning, Inactive Record

  1. D3-2021-432147-abstract.pdf  
  2. D3-2021-432147-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-432147-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-432147-title.pdf