Laporkan Masalah

Perubahan Tata Kelola Pelayanan Protokol Kesehatan Covid-19 Pada Pagelran Wayang Kulit Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

SITI CHAFIFAH F, Prof. Dr. Marsono, S.U.

2021 | Tugas Akhir | D3 PARIWISATA

Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini industri pariwisata Indonesia sangat merasakan dampak buruk dari pandemi Covid-19 ini. Industri pariwisata yang ada di Indonesia sempat ditutup dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Masa pandemi ini mengakibatkan ekonomi negara menurun karena hal tersebut pemerintah menerapkan peraturan baru yaitu New Normal. Pada masa New Normal pemerintah mengizinkan objek wisata di Indonesia kembali beroperasi, dengan syarat harus menerapkan peraturan mengenai penerapan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan di objek wisata pada masa pandemi wajib dilakukan agar para wisatawan yang berwisata merasa nyaman dan aman saat berwisata. Tujuan penelitian ini yaitu membahas 1) penerapan protokol kesehatan Pagelaran Wayang Kulit Museum Sonobudoyo 2) Perubahan fasilitas dan pelayanan pada masa pandemi Covid-19. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini pertama adalah Pagelaran Wayang Kulit Museum Sonobudoyo menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 5/INSTR/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) serta adanya perubahan fasilitas dan pelayanan Pagelaran Wayang Kulit Museum Sonobudoyo pada masa pandemi Covid-19. Kedua yaitu pemasukan Museum Sonobudoyo pada masa pandemi ini berdampak buruk mengakibatkan penurunan jumlah pemasukan pada tahun 2020 karena pagelaran sempat tutup selama lima bulan dikarena adanya PSBB Jawa � Bali serta dampak tersebut juga di rasakan oleh para petuga dimana para petugas wayang kulit tidak mendapatkan pemasukan selama pagelaran wayang kulit Musem Sonobudoyo di tutup.

During the pandemic Covid-19 the Indonesia tourism industry felt the devastating impact of Covid-19 pandemic. The tourism industri in Indonesia was closed due to the Covid-19 pandemic. This pandemic make the country�s ecomony to decline because of that the geforment implemented a new regulation, namely New Normal.During the New Normal the Gevorment allowed tourist attractions in Indonesia to reseume operational, provided that they had apply regulation on the impelemn implementation of health protocols during a pandemicmust be done so that tourist who travel feel comfortamble and safe when traveling. This study discusses 1) the application of the Sonobudoyo Museum's Wayang Kulit performance protocol 2) Changes in facilities and services during the Covid-19 pandemic. Researchers used descriptive qualitative methods. The results of this first study found that the Sonobudoyo Museum's Wayang Kulit Show that they already implemented health protocols in accordance with the instructions of the Governor of the Special Region of Yogyakarta Number: 5 / INSTR / 2021 concerning Enforcement of Restrictions on Micro-Based Community Activities in the Special Region of Yogyakarta to Control the Spread of Corona Virus Desease 2019 (Covid-19 ). The second is the inclusion of Museum Sonobudoyo during this pandemic adversely resulted in a decrease in the amount of income in 2020 because the show was closed for five months due to the existence of PSBB Java - Bali and the impact was also felt by the petuga where the puppet officers did not get income during the puppet show Musem Sonobudoyo closed.

Kata Kunci : Kata kunci: Protokol Kesehatan, Covid-19, Pagelaran Wayang Kulit, Museum Sonobudoyo

  1. D3-2018-426059-ABSTRACT.pdf  
  2. D3-2018-426059-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. D3-2018-426059-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. D3-2018-426059-TITLE.pdf