Laporkan Masalah

Studi Kadar Asam Urat pada Itik Magelang

NURUL HIDAYAH , drh. Hary Purnamaningsih, M.P.

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Itik merupakan unggas peliharaan yang populasi dan permintaannya semakin meningkat di Indonesia. Pada unggas, hasil katabolisme protein adalah asam urat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terhadap kadar asam urat pada itik. Dalam penelitian ini digunakan 4 ekor itik jantan sehat umur 2 bulan. Hewan dipelihara dalam kandang individu dan diberi pakan 2 kali sehari pada pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Pakan diberikan dalam jumlah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pakan itik per minggu. Pengambilan sampel darah dilakukan dengan interval 4 jam pada setiap koleksi dengan waktu pengambilan sampel 2 jam sebelum pemberian pakan (A), pada 2 jam setelah pemberian pakan (B) dan 6 setelah pemberian pakan (C). Analisis asam urat dilakukan dengan menggunakan strip tes. Data dianalisis dengan uji One Paired Sample T-test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil pemeriksaan kadar asam urat dalam darah. hasil perbandingan waktu pengambilan darah A dan B (P<0,05) dan waktu pengambilan sampel B dan C (P<0,05). Kadar asam urat pada waktu pengambilan A (sebelum konsumsi pakan) berada pada level 3,4 ± 0,29 mg/dL, meningkat signifikan menjadi 6,2 ± 0,4 mg/dL pada waktu pengambilan B (P<0,05), dan kembali ke kadar asam urat sebelum pemberian pakan yaitu 3,2 ± 0,26 mg/dL pada waktu pengambilan C. berdasarkan hasil penelitian nilai kadar asam urat darah berfluktuasi dan dipengaruhi oleh pemberian pakan

Ducks are domesticated birds whose population and demand is increasing in Indonesia. In poultry, the result of protein catabolism is uric acid. This study was conducted to determine the effect of feeding on uric acid levels in ducks. In this study, 4 healthy male ducks aged 2 months were used. Animals were kept in individual cages and fed 2 times a day at 08.00 WIB and 16.00 WIB. Feed is given in an amount that has been adjusted to the needs of duck feed per week. Blood samples were taken at intervals of 4 hours in each collection with a sampling time of 2 hours before feeding (A), at 2 hours after feeding (B) and 6 after feeding (C). Uric acid analysis was performed using a test strip. Data were analyzed by One Paired Sample T-test. The results of statistical analysis showed that there was a significant effect of feeding treatment on the results of the examination of uric acid levels in the blood. The results of blood sampling time comparison of A and B (P<0.05) and sampling time B and C (P< 0.05). The level of uric acid at sampling time A (before feed consumption) was at the level of 3.4 ± 0.29 mg/dL, increased significantly to 6.2 ± 0.4 mg/dL at the sampling time B (P<0.05) and returned to the level before feeding, which was 3.2 ± 0.26 mg/dL at the sampling time C. Based on the result of the study, uric acid levels are fluctuated and influenced by feeding consumption.

Kata Kunci : itik Magelang, asam urat, pakan

  1. S1-2021-412440-abstract.pdf  
  2. S1-2021-412440-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-412440-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412440-title.pdf