Laporkan Masalah

Strategi Adaptasi Gender Masyarakat Terdampak Banjir Rob di Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan

CRESTANTI WIDYA U, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.; Prof. Dr. rer. nat. Muh. Aris Marfai, S.Si., M.Si.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Pesisir Kota Pekalongan merupakan salah satu wilayah rawan banjir rob, yang mana sudah terjadi lebih dari 10 tahun. Kondisi ini memberikan dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat seperti terjadinya perubahan matapencaharian dan pergeseran peran gender dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi wilayah terdampak banjir rob dan mengkaji strategi adaptasi gender masyarakat pesisir berdasarkan modal sosial dan sistem sosial ekologi sebagai respon terhadap banjir rob di Kelurahan Kandang Panjang, Panjang Baru dan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. Penelitian dilakukan di tiga kelurahan yang saling berdekatan dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa serta memiliki kemiripan karakteristik antar wilayahnya. Metode yang digunakan yakni mix method dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, diawali dengan pembuatan peta kelas kerawanan banjir dengan menggunakan nilai elevasi muka air tertinggi (HHWL) dan DEM yang kemudian digunakan untuk menentukan area kunci penelitian. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dari situasi sosial yang dikaji yang kemudian dilakukan triangulasi data. Pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi wilayah terdampak banjir rob dapat dikategorikan menjadi kerawanan banjir rendah, sedang dan tinggi dengan kedalaman 30 cm hingga 1 m di masing-masing kelurahan. Secara umum, adaptasi yang dilakukan di tiap kelas kerawanan banjir antara lain mengungsi, meninggikan lantai dan atau atap rumah, meninggikan jalan dan beralih matapencaharian. Anggapan masyarakat mengenai peran reproduksi yang menjadi tanggung jawab perempuan menyebabkan terjadinya kerentanan terhadap perempuan terdampak banjir rob. Modal sosial bonding tercipta dalam masyarakat dengan adanya rasa memiliki tanah kelahiran, kekerabatan erat antar tetangga dan anggapan banjir menjadi bagian dari hidup masyarakat pesisir yang menjadi salah satu alasan untuk bertahan dalam genangan banjir. Tradisi sedekah laut dan tolak bala masyarakat di area banjir tinggi juga menjadi salah satu adaptasi yang masih dilakukan.

The coastal of Pekalongan City is one of the tidal flood-prone areas, which has been happening for more than 10 years. This condition has a social impact felt by the community, such as a change in livelihood and shift in the gender roles in carrying out the daily activities. This study aims to assess the conditions of the areas affected by the tidal flood and assess the gender adaptation strategies of coastal communities based on social capital and social-ecological systems as a response to the tidal flood in Kandang Panjang, Panjang Baru, and Panjang Wetan Villages, North Pekalongan District. This research was conducted in three sub-districts that are close to each other and directly adjacent to the Java Sea with having similar characteristics between regions. The method used in this research is a mixed-method using quantitative and qualitative. This research is started with the making of a flood hazard class map using the higher high water level (HHWL) and DEM values which are then used to determine the key areas of the study. Furthermore, the researcher conducted a descriptive analysis of the social situation understudy, and then the data triangulation was performed. In collecting the data, the researcher used literature study, interviews, observation, and documentation. The results obtained from this study are the conditions of the affected areas of tidal flood can be categorized into low, medium, and high flood hazards with a depth of 30 cm to 1 m in each village. In general, the adaptations carried out in each class of flood vulnerability include removing, raising floors and/or roofs of houses, raising roads, and switching livelihoods. Public opinion regarding the reproductive role that is the responsibility of women causes vulnerability to women affected by tidal flood. The creation of social bonding capital in the community with a sense of belonging to the homeland, close kinship between neighbors and the perception that floods are part of the lives of coastal communities which are one of the reasons for surviving in floodwaters.The tradition of sea almsgiving and rejecting reinforcements in communities living in high flood areas is also an adaptation that is still being carried out.

Kata Kunci : adaptation strategy, gender roles, tidal flood, socio-ecological system

  1. S2-2021-435076-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435076-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-435076-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-435076-title.pdf