Laporkan Masalah

Perancangan Masker Kain Nonmedis dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering Berbasis Pendekatan Eye Tracking

OCHTA TIO FENY PASARIBU, Dr. Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM.

2021 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Penggunaan masker merupakan salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menghindari penyebaran COVID-19. Dalam penggunaannya, terdapat banyak persepsi terhadap masker yang diharapkan didapatkan oleh pengguna. Persepsi atas kesan ini dipengaruhi oleh eleman desain yang ada pada masker kain nonmedis. Penelitian ini menggunakan metode Kansei Engineering berbasis pendekatan eye tracking yang bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara elemen desain produk masker kain dengan kesan visual yang ditimbulkan. Penelitian ini dimulai dengan survei Semantic Differential 1 (SD1) pada 269 responden untuk melihat kata kansei yang paling relevan terhadap masker kain. Dari survey SD1 tersebut selanjutnya diperoleh kata kansei terpilih yang kemudian digunakan untuk survei Semantic Differential 2 (SD2). Survei SD ini dilakukan terhadap 212 responden untuk mengetahui elemen desain dari masker kain nonmedis. Hasil dari survei SD2 yang telah diolah dengan metode Quantification Theory 1 (QT1) selanjutnya dibandingkan dengan hasil eksperimen eye tracking terhadap 22 orang responden. Hasil dari survei SD1 adalah enam kata kansei terpilih yang menurut responden merupakan kata kansei yang paling relevan dengan desain masker kain nonmedis, yaitu "Efektif", "Nyaman", "Mudah Dibersihkan", "Keren", "Ringan", dan "Kecil". Hasil survei SD2 dan eksperimen eye tracking menunjukkan elemen desain terkait dengan kata kansei yang telah terpilih. Elemen desain yang mampu mewakili kata kansei"Efektif", "Nyaman", dan "Keren" adalah bentuk pengait earloop dan bentuk masker 3D. Elemen desain yang mampu mewakili kata kansei "Mudah Dibersihkan" adalah tidak adanya fitur breathing valve maupun adjustable stopper. Sementara, elemen desain yang mampu mewakili kata kansei "Ringan" adalah tidak adanya fitur adjustable stopper.

Wearing a mask is one of the preventive actions that the community can take to prevent the spread of COVID-19. However, users have many perceptions and expectations regarding the mask design. The design elements influence the perception of this impression in non-medical cloth mask. This study employed an eye-tracking based Kansei Engineering method to identify the relationship between the Kansei words of non-medical cloth mask product and their design elements. This study began with a Semantic Differential 1 (SD1) survey toward 269 respondents to identify the Kansei words relevant to non-medical cloth mask product. From the SD1 survey, the selected kansei words were then used for the Semantic Differential 2 (SD2) survey. This SD survey distributed to 212 respondents to determine the design elements of non-medical cloth masks. The data obtained from the SD2 survey were then analyzed using the Quantification Theory 1 (QT1). The results of QT1 were then examined through an eye-tracking experiment to 22 respondents. The SD1 survey yielded six Kansei words related to non-medical cloth mask designs, namely "Effective", "Comfortable", "Easy to Clean", "Cool", "Light", and "Small". The SD2 survey and eye-tracking experiment results showed that the Kansei words "Effective", "Comfortable", and "Cool" are represented with the mask design with an earloop hook and a 3D mask design. The Kansei word "Easy to Clean" is represented with a mask design without a breathing valve or adjustable stopper. Meanwhile, the Kansei word "Light" is represented with a mask without an adjustable stopper.

Kata Kunci : Masker Kain, Kansei Engineering, Eye Tracking, Semantic Differential, Quantification Theory 1, Analisis Faktor

  1. S1-2021-413688-abstract.pdf  
  2. S1-2021-413688-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-413688-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-413688-title.pdf