Laporkan Masalah

PENGARUH JELUK OLAH TANAH TERHADAP KOMPOSISI GULMA PADA TIGA INTENSITAS BUDIDAYA BERBEDA DI LAHAN PASIR PANTAI PADA MUSIM KEMARAU

ARIEANY KRISNA DEWI, Ir. Rohlan Rogomulyo, M.P.

2021 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Alih fungsi lahan yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan lahan subur semakin terbatas jumlahnya. Pemanfaatan lahan sub optimal seperti lahan pasir pantai sebagai kawasan pertanian dinilai menjadi sebuah solusi yang baik. Penggunaan lahan pasir pantai sebagai lahan produktif memerlukan input bahan organik dan pupuk kandang lebih besar dibandingkan dengan lahan optimal. Pemberian input tersebut dapat memicu perubahan lingkungan mikro yang menginisiasi terjadi suksesi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh interaksi jeluk olah tanah dengan intensitas budidaya terhadap komposisi gulma di lahan pasir pantai. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020 di lahan pasir Pantai Bugel, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot) dengan tiga blok sebagai ulangan. Lokasi yang digunakan terdiri dari 3 aras berdasarkan intensitas budidaya yaitu lahan intensitas budidaya 0 tahun sebagai kontrol (W0), lahan intensitas budidaya 5 tahun (W1) dan lahan intensitas budidaya lebih dari 10 tahun (W2). Faktor yang dikaji pada setiap lokasi adalah jeluk olah tanah tanah yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa pengolahan tanah (P0), olah tanah kedalaman 10 cm (P1) dan olah tanah kedalaman 20 cm (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai pengolahan tanah pada lahan dengan intensitas budidaya berbeda berpengaruh pada komposisi gulma. Pada berbagai jeluk olah tanah di lahan dengan intensitas budidaya tanaman 0 tahun didominasi oleh gulma daun lebar tahunan, lahan intensitas budidaya tanaman 5 tahun didominasi oleh gulma rumputan tahunan dan lahan intensitas budidaya lebih dari 10 tahun didominasi oleh gulma rumputan semusim. Sehingga penelitian ini memberikan informasi baru bahwa intensitas penggunaan lahan menginisiasi terjadinya suksesi.

Land use conversion which continues to increase every year can causes fertile land to be increasingly limited in number. Utilization of sub-optimal land such as coastal sand land as an agricultural area is considered to be a good solution. The use of a coastal sand land as productive land required a greater input such as organic matter and manure than optimal land. The provision of those triggered a chance in the composition of weeds in coastal sand land. This study aims to determine the interaction between tillage depth soil and cultivation time span of the composition of weeds in coastal sand land. The research was conducted from August 2020 to October 2020 in coastal sand land at Pantai Bugel, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Experimental design used split plot experiment method which consisted of two factors with three blocks as replication. The locations as main factor used consists of three levels based on the cultivation time span, namely control (W0) was land with cultivation time span 0 years, W1 was land with cultivation time span over 5 years and W2 was land with cultivation time span over more than 10 years. The factors studied at each location were the depth of tillage which consists of three levels, namely control (P0) was without applying tillage, P1 was tillage with a depth of 10 cm and P2 was tillage with a depth of 20 cm. The result showed that the various tillages on land with different cultivation time spans had an effect on weed composition. At various depths of tillage at the land with cultivation time span 0 years showed that dominated by broadleaves weeds perennial, the land with cultivation time span over 5 years showed that dominated by sedges weeds perennial and the land with cultivation time span over more than 10 years showed that dominated by grasses weeds annual. So this research provides new information that the time span of land use initiates the succession.

Kata Kunci : gulma, suksesi, pengolahan tanah, intensitas budidaya, komposisi gulma


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.