Laporkan Masalah

Konstruksi Marital Rape di Media Sosial (Analisis Isi Kualitatif Pesan Marital Rape di Akun Instagram @mubadalah.id)

Nizmi Riska Utami Puteri Nasution, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.

2021 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Marital rape merupakan salah satu permasalahan yang ramai dibicarakan di berbagai media arus utama, media alternatif, dan media sosial (salah satunya instagram), seiring gencarnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Di instagram, perdebatan marital rape didominasi oleh akun-akun Islami bercorak konservatif yang menolak istilah marital rape. Di tengah derasnya penolakan marital rape yang berasal dari akun-akun Islami bercorak konservatif, muncul akun instagram @mubadalah.id yang mendukung marital rape. Peneliti tertarik mencari tahu bagaimana konstruksi pesan marital rape dalam akun instagram @mubadalah.id. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yang menganalisis enam konten instagram berbasis foto dan teks. Data dianalisis menggunakan elemen gambar milik Van Leeuwen dan Jewitt (2012) yang dikombinasikan dengan elemen teks milik Hootsuite (2018). Pesan marital rape dikaji berdasarkan turunan tiga konsep marital rape dalam buku Milda Marlia yang berjudul Marital Rape: Kekerasan Seksual terhadap Istri (2007). Tiga konsep tersebut yakni kekerasan seksual dalam rumah tangga sebagai kekerasan berbasis gender, seksualitas laki-laki dan perempuan, serta relasi suami-istri dan hubungan seksual dalam perkawinan. Hasil penelitian menemukan bahwa dua dari enam konten tidak memenuhi konsep kekerasan seksual dalam rumah tangga sebagai kekerasan berbasis gender. Selain itu, akun instagram @mubadalah.id menyampaikan bahwa marital rape sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan.

Marital rape is one of the issues that are widely discussed in various mainstream media, alternative media, and social media (one of which is Instagram) as the discussion of the Sexual Violence Elimination Bill (RUU-PKS). On Instagram, the marital rape debate was dominated by conservative Islamic accounts that rejected the term marital rape. Amid a torrent of marital rape denials coming from conservative Islamic accounts, there is an instagram account @mubadalah.id that supports marital rape. Researchers are interested in finding out how marital rape messages are constructed on the @mubadalah.id instagram account. This research uses qualitative content analysis method that analyzes 6 instagram content based on photos and text. The data was analyzed using image elements belonging to Van Leeuwen and Jewitt (2012) combined with hootsuite text elements (2018). Marital rape messages are reviewed based on the derivative of three marital rape concepts in Milda Marlia's book Marital Rape: Sexual Violence against Wives (2007). The three concepts are domestic sexual violence as gender-based violence, male and female sexuality, as well as married relationships and sexual relations in marriage. The results found that two out of six contents did not meet the concept of domestic sexual violence as gender-based violence. In addition, the instagram account @mubadalah.id said that marital rape is actually contrary to islamic teachings that uphold the values of humanity and equality between men and women.

Kata Kunci : Marital rape, Islam, Konstruksi pesan, Instagram, Mubadalah.id

  1. S1-2021-378647-abstract.pdf  
  2. S1-2021-378647-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-378647-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-378647-title.pdf