Pengaruh Upah Minimum terhadap Pengeluaran Individu dan Tingkat Pekerjaan di Indonesia
EDGAR VIDYATAMA, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIStudi yang mengangkat topik mengenai upah minum untuk negara berkembang, secara khusus Indonesia, masih relatif sedikit dan inkonlusif. Dalam dua puluh tahun terakhir ini, upah minimum provinsi di Indonesia secara nominal terus meningkat mencapai hampir sebesar sepuluh kali lipat. Secara riil, nilai upah minimum telah meningkat lebih cepat dibandingkan dengan tingkat upah rata-rata dan produk domestik bruto per kapita. Studi ini mencoba memecahkan masalah mengenai pengaruh dari upah minimum, dengan mencoba melihat pengaruhnya pada pengeluaran individu dan tingkat pekerjaan. Berbeda dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, studi ini menggunakan tiga set data panel dengan rentang waktu 15 tahun. Hasil penelitian menemukan bahwa upah minimum berpengaruh terhadap pengeluaran individu. Sebaliknya, upah minimum tidak berkorelasi dengan tingkat pekerjaan. Dengan demikian, upah minimum dapat menjadi instrumen bagi pemerintah untuk mendorong tingkat konsumsi individu tanpa perlu mengkhawatirkan tingkat pekerjaan.
Studies that address the topic of minimum wages for developing countries, particularly in Indonesia, are still relatively few and inconclusive. In the last twenty years, Indonesia's provincial minimum wages have steadily increased in nominal terms, reaching almost tenfold. In real terms, the minimum wage has increased faster than the average wage rate and per capita gross domestic product. This study tries to solve the problem regarding the effect of the minimum wage, by trying to see the effect on individual expenditure and employment rate. In contrast to previous studies, this study used three-panel data sets with a total period of 15 years. The results of the study found that the minimum wage affects individual expenses. On the other hand, the minimum wage does not correlate with the employment rate. Thus, the minimum wage can be used by the government as an instrument to boost individual consumption levels without worrying about the employment rate.
Kata Kunci : tenaga kerja, upah minimum, pengeluaran, tingkat pekerjaan