Laporkan Masalah

IDENTITAS DAN INTEGRASI TRANSMIGRAN JAWA DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

EVA ALVIAWATI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc. ; Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si. ; Dr. Rika Harini, M.P.

2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU GEOGRAFI

Indonesia memberikan kasus yang menarik untuk mempelajari hubungan antara etnis dan migrasi karena memiliki banyak suku bangsa yang berbeda. Transmigrasi merupakan program pemindahan penduduk oleh pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup, memajukan pembangunan daerah, berkontribusi pada komposisi penduduk yang lebih seimbang, mendorong pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia, serta memperkuat persatuan dan keamanan nasional. Transmigrasi berpotensi menimbulkan konflik di daerah tujuan apabila tidak terbentuk integrasi antara transmigran dengan masyarakat lokal. Perbedaan perilaku dan latar belakang kebudayaan antara transmigran dan masyarakat lokal terkadang menimbulkan ketegangan di beberapa daerah tujuan transmigrasi. Tujuan penelitian ini mengkaji pembentukan identitas transmigran Jawa, integrasi yang terbentuk dan menganalisis keterkaitan antara identitas dan integrasi yang dilakukan oleh transmigran Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain Explanatory sequential. Penelitian ini melibatkan dua fase, fase pertama peneliti pengumpulkan data kuantitaif (melalui survei rumah tangga), menganalisis hasil, dan kemudian menggunakan hasil untuk merencanakan (atau mengembangkan) fase ke dua yaitu kualitatif (melalui studi kasus). Fase selanjutnya penelitian studi kasus yang menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei rumah tangga yang dilakukan terhadap 334 rumah tangga transmigran. Penentuan responden dengan menggunakan sampel area berjenjang. Survei rumah tangga dimaksudkan untuk mencari gambaran pelaksanaan praktik-praktik budaya Jawa di daerah tujuan transmigrasi. Berdasarkan hasil survei rumah tangga selanjutnya diperdalam kajiannya menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan terhadap 30 rumah tangga transmigran Jawa yang telah dilakukan survei. Penentuan informan dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan rumah tangga transmigran Jawa di Kabupaten Tanah Laut membentuk identitas dirinya secara konservatif dengan latar belakang etnis sebagai basis pembentukan identitas. Mereka menganggap dirinya adalah keturunan Jawa. Mereka ingin tetap mempertahankan bahasa dan tradisi Jawa di daerah tujuan transmigrasi. Transmigran Jawa berperan dalam integrasi dengan menunjukkan adanya kultur keterbukaan. Kehadiran transmigran Jawa menyumbangkan penguatan integrasi sosial di daerah tempatan di Kabupaten Tanah Laut yang dibangun atas konsep kehidupan budaya-keagamaan, kehidupan sosial-ekonomi dan rasa nasionalisme. Identitas transmigran Jawa selalu mengalami proses untuk menjadi, artinya identitas yang dimiliki akan terus mengalami proses mengikuti perkembangan jaman. Proses yang terjadi sangat erat kaitannya dengan terbentuknya integrasi antara transmigran Jawa dengan masyarakat lokal. Kondisi ini menuntut transmigran Jawa untuk melakukan negosiasi-negosiasi dengan mempelajari bahasa, adat kebiasaan dan berbagai hal yang dirasa perlu untuk dapat terintegrasi melalui adaptasi dengan masyarakat lokal dan lingkungan tempat tinggalnya.

Indonesia provides an interesting case for studying the relationship between ethnicity and migration because it has many different ethnic groups. Transmigration is a program of population displacement by the government with the aim of increasing living standards, advancing regional development, contributing to a more balanced population composition, encouraging the use of natural and human resources, and strengthening national unity and security. Transmigration has the potential to cause conflict in the destination area if there is no integration between transmigrants and local communities. Differences in behavior and cultural backgrounds between transmigrants and local communities sometimes create tensions in some transmigration destination areas. The purpose of this research is to examine the identity formation of Javanese transmigrants, the integration that is formed and to analyze the relationship between identity and integration carried out by Javanese transmigrants. This study used a combination method with an explanatory sequential design. This research involves two phases, the first phase the researcher collects quantitative data (through household surveys), analyzes the results, and then uses the results to plan (or develop) the second phase, namely qualitative (through case studies). The next phase is a case study research using quantitative data and qualitative data. Quantitative data were obtained through a household survey of 334 transmigrant households. Determination of respondents using a tiered area sampling. The household survey was intended to find an overview of the implementation of Javanese cultural practices in the transmigration destination areas. Based on the results of the household survey, the study was further deepened using a case study. The case study was conducted on 30 Javanese transmigrant households that had been surveyed. Determination of informants using snowball sampling. The results showed that Javanese transmigrant households in Tanah Laut Regency formed their own identity conservatively with an ethnic background as the basis for identity formation. They consider themselves to be of Javanese descent. They want to maintain Javanese language and traditions in the transmigration destination areas. Javanese transmigrants played a role in integration by demonstrating a culture of openness. The presence of Javanese transmigrants contributed to the strengthening of social integration in the local area in Tanah Laut Regency which was built on the concept of cultural-religious life, socio-economic life and a sense of nationalism. The identity of Javanese transmigrants always undergoes a process of becoming, meaning that their identities will continue to undergo a process of keeping up with the times. The process that occurred was closely related to the formation of integration between Javanese transmigrants and local communities. This condition requires Javanese transmigrants to carry out negotiations by learning the language, customs and various things that are deemed necessary to be integrated through adaptation with local communities and the environment in which they live.

Kata Kunci : migrasi internal, transmigrasi, transmigran Jawa, identitas, integrasi/ internal migration, transmigration, Javanese transmigrants, identity, integration

  1. S3-2021-389795-abstract.pdf  
  2. S3-2021-389795-bibliography.pdf  
  3. S3-2021-389795-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2021-389795-title.pdf