Laporkan Masalah

STREET CRIME: EFEKTIVITAS POLISI RESOR KOTA YOGYAKARTA DALAM MENURUNKAN KEJAHATAN JALANAN SERTA AKSI "KLITHIH"

RIAN SUBIANTO, Wahyudi Kumorotomo, Prof. Dr.,M.P.P.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Naskah ini merupakan kajian efektivitas Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap fenomena kejahatan jalanan yang mana lokus dari penelitian ini berseting di Kepolisian Resor Kota Yogyakarta (Polresta Yogyakarta). Sebagai garda terdepan dari pencerminan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara keseluruhan, tentunya sangat meresahkan dengan maraknya fenomena kejahatan jalanan yang terjadi di berbagai sudut Kota Yogyakarta. Di kenal dengan slogan "berhati nyaman" ternyata tidak serta merta sesuai dengan situasi kondisi yang sebenarnya apabila melihat catatan kejahatan jalanan pada tahun 2017-2018. Dimana pada kurun dua tahun tersebut tercatat total kejahatan pencurian sebanyak 961 kasus dan kejahatan terhadap fisik seperti penganiayaan dan pengeroyokan terjadi sebanyak 311 kasus. Tidak berhenti sampai disitu saja, di awal tahun 2019 beberapa fenomena kejahatan jalanan masih terjadi sehingga perlu untuk dikaji bagaimana peran Polresta Yogyakarta dalam menjalankan fungsi pemerintahan yang secara khusus untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan peran-peran apa saja yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta terhadap fenomena kejahatan jalanan. Berdasarkan hasil kajian ini menunjukan bahwa peran Polresta Yogyakarta terhadap fenomena kejahatan jalanan sudah cukup efektif dibuktikan dengan menurunnya tren kejahatan jalanan di tahun 2019 dengan mengoptimalkan upaya penanggulangan kejahatan (Crminal Policy) oleh George Peter Hoefnagels. Selanjutnya efektivitas Instansi Polresta Yogyakarta terhadap fenomena kejahatan jalanan dalam penelitian ini dikaji dengan menggunakan tujuh indikator pengukuran efektivitas Gibson dalam buku Hessel Nogi Tangkilisan yang berjudul Manajemen Publik (2010).

This research study represents the effectiveness of the Indonesian National Police's in street crime phenomenon that the locus of this research is located at the Yogyakarta City Resort Police (Polresta Yogyakarta). As the first line of Special Region Province, Yogyakarta City Police Agency met serious street crime phenomenon. Yogyakarta city knowing as "comfort-hearted," does not relate to street crime records from 2017 to 2018. In the two years, 961 theft cases and 311 abuse cases have been recorded. Continuously, in early 2019 some street crime phenomenon was still occur. Thus, this study determines the role of Yogyakarta City Police, specifically government functions to maintain security, tranquility, and public safety in the Yogyakarta City area. This research applied a qualitative descriptive method describing the roles and performed of the Yogyakarta City Police to combat street crime phenomenon. The result shows that Yogyakarta City Police's role in controlling street crime phenomenon has been quite effective within evidence declining recorded street crime trend in 2019 due to utilizing optimizing crime prevention efforts (Criminal Policy) by George Peter Hoefnagels. Furthermore, the effectiveness of Yogyakarta City Police Agency's role in the phenomenon of street crime in this study was examined using seven indicators measuring Gibson's effectiveness in Hessel Nogi Tangkilisan's book entitled Public Management (2010).

Kata Kunci : Efektivitas, Polresta, Kebijakan Penanggulangan Kejahtan Jalanan

  1. S2-2021-434216-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434216-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434216-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434216-title.pdf