MANAJEMEN HUTANG PIUTANG RUMAH SAKIT BERDASARKAN LAPORAN HUTANG PIUTANG DI ERA JKN: STUDI KASUS RS ABC
ZAINAB HANIFAH, Prof. Drs. Indra Bastian, M.B.A., Ph.D
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Informasi hutang dan piutang menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan rumah sakit terutama di era JKN. Keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan, selisih tarif rumah sakit dengan INA-CBGs yang terlalu besar, dan temuan audit badan pemeriksa keuangan menimbulkan asimetrik informasi antara manajemen dengan stakeholder. Diperlukan pengembangan laporan keuangan opsional untuk membantu memperbaiki manajemen hutang piutang. Sebuah laporan hutang dan laporan piutang rinci yang dapat menggambarkan kondisi keuangan rumah sakit secara riil. Tujuan: Menyusun laporan hutang piutang yang lengkap, transparan, dan akuntabel. Metode: Penelitian ini adalah studi kasus deskriptif di RS ABC. Pengumpulan data dengan wawancara kepada 3 stakeholder internal. Kuisioner kepada 4 stakeholder eksternal untuk melihat penerimaan stakeholder atas rancangan laporan hutang piutang. Analisa data kualitatif berdasarkan laporan keuangan RS ABC tahun 2016 dan 2017 yang dikembangkan menjadi laporan hutang dan laporan piutang berdasarkan prinsip akuntansi berterima umum. Hasil dan pembahasan: Simulasi laporan hutang menyajikan pengungkapan informasi hutang dengan rincian akun sumber hutang, umur hutang, dan termin hutang. Simulasi laporan piutang menyajikan pengungkapan informasi piutang dengan rincian akun sumber piutang, umur piutang, provisi tidak tertagih, dan nilai tidak tertagih. Hasil simulasi laporan hutang menunjukkan rata-rata umur hutang berada pada 31-45 hari, tidak signifikan, namun dapat mengganggu hubungan dengan pemasok. Hasil simulasi laporan piutang menunjukkan rata-rata umur piutang lebih dari 120 hari lebih banyak terjadi di tahun 2017 setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kesimpulan dan saran: Laporan hutang dan laporan piutang dapat dikembangkan menjadi laporan tambahan diluar laporan keuangan yang standar sebagai upaya pengawasan dan perbaikan manajemen hutang piutang rumah sakit.
Background: Information about accounts payable and accounts receivable became the main focus of hospital financial reports, especially in the JKN era. Late payment of BPJS Kesehatan, the difference between hospital rates and INA-CBGs that is too large, and audit findings by the financial audit agency have created asymmetric information between management and stakeholders. There is a need to develop optional financial reports to help improve accounts payable and accounts receivable management. A detailed debt report and receivable report that can describe the real financial condition of the hospital. Objective: This research aims to prepare a complete, transparent, and accountable debt and receivable report. Method: This study is a descriptive case study at ABC Hospital. The collection of data through interviews to 3 internal stakeholders and questionnaires to 4 external stakholders to see the acceptance of stakeholders on the draft report of debts and receivables. Qualitative data analysis is based on the financial statements of ABC Hospital for the year of 2016 and 2017 which then developed into debt report and receivable report based on generally accepted accounting principles. Result and discussion: The debt report simulation presents disclosure of debt information with details of the source of debt accounts, aging of debt, and terms of debt. The receivables report simulation presents disclosure of accounts receivable with details of accounts receivable source, aging of accounts receivable, provisions for uncollectible accounts, and uncollectible value. The simulation of debts report showed average of debts aging within 31-45 days, which is not significant, however it can disrupt relationship with supplier. The simulation of receivables report showed that average receivables aging for more than 120 days were more prevalent in 2017 after collaboration with BPJS Kesehatan. Conclusion and recommendation: Debt report and receivable report can be developed into additional reports in addition to the standard of financial statements as an effort to supervise and improve hospital accounts payable and accounts receivable management.
Kata Kunci : laporan hutang, laporan piutang, manajemen hutang piutang, debt report, receivable report, debts and receivables management