Laporkan Masalah

EVALUASI JARINGAN JALAN HUTAN KAYU PINUS DI RPH KARANGPUCUNG, BKPH LUMBIR, KPH BANYUMAS BARAT

NOVA PUTRI RIYANI, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.

2021 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kegiatan pengelolaan hutan lestari dilakukan untuk memanfaatkan hasil hutan baik kayu maupun non kayu. Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) merupakan langkah awal dari pengelolaan hutan, dimana pembuatan jalan hutan merupakan metode yang paling banyak diterapkan karena merupakan akses utama keluar masuk hutan. Penelitian ini dilaksanakan di RPH Karangpucung, BKPH Lumbir, KPH Banyumas Barat, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menetahui karakteristik jaringan jalan hutan yang baik dalam mendukung pengelolaan hutan. Karakteristik jaringan jalan diperoleh berdasarkan perhitungan parameter seperti: kerapatan jalan (RD), jarak antar jalan (RS), jarak sarad rata-rata teoritis (JSRt), jarak sarad rata-rata terpendek (JSRp), jarak sarad rill di lapangan (JSRr), faktor koreksi jaringan jalan (Vcoor), faktor koreksi jalan sarad (Tcoor), persen pembukaan wilayah hutan (E%) dan faktor koreksi pembukaan wilayah hutan (KG). Kerapatan jalan optimal (ORD) dicari untuk mengetahui panjang jalan yang paling efektif dan efisien dalam mendukung kegiatan pengelolaan hutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik jaringan jalan hutan di RPH Karangpucung yaitu: RD = 20,1 m/ha; RS = 497,5 m; JSRt = 248,7 m; JSRp = 488 m; JSRr = 1174,8 m; Vcoor = 1,9; Tcoor = 2,4; E% = 52,6%; dan KG = 4,6. Diperoleh nilai ORD sebesar 8,9 m/ha, menunjukkan bahwa jaringan jalan di RPH Karangpucung memiliki kriteria tidak baik, dimana jalan di kawasan hutan tidak tersebar merata, sehingga jalan tersebut dinilai kurang efektif dalam mendukung kegiatan pengelolaan hutan. Jalan di RPH Karangpucung bersifat mengelompok dan bergelombang, kondisi lapangan berupa pegunungan yang sangat curam.

Sustainable forest management activities are done to utilize of the forest resources both wood and non wood. The opening of an area forest (PWH) is the first step of forest management, where forest roads development is the most widely applied method because it is the main acces in and out of the forest. Of research in RPH Karangpucung, BKPH Lumbir, KPH Banyumas Barat, Jawa Tengah. The purpose of this study was to edetermine the characteristics of a good forest road network in supporting forest management. Characteristic of the road network based on the calculation of parameter of: road density (RD), road spacing (RS), actual average skidding distance (JSRt), shortest average skidding distance (JSRp), the distance a skid (JSRr), correction factor of the road network (Vcoor), correction factor of skid trail (Tcoor), percent of opening of an forest area (E%), and correction factor the opening of an area of forest (KG). Optimal road density (ORD) was calculated to determine the most effective and efficient road length in supporting forest management activities. The results show the characteristics of the forest road network in RPH Karangpucung are: RD = 20.1 m/ha; RS = 497.5 m; JSRt = 248.7 m; JSRp = 488 m; JSRr = 1174.8 m; Vcoor = 1.9; Tcoor = 2.4; E% = 52.6%; and KG = 4.6. ORD obtaived is of 8.9 m / ha, then the road network in the Karangpucung RPH can be classified us not good criteria, where the roads are not evenly distributed in forest areas, so the roads are deemed ineffective in supporting forest management activities. The roads in RPH Karangpucung are clustered and bumpy, where the field conditions are very steep mountains.

Kata Kunci : Jalan Hutan, Jaringan Jalan Hutan, Pembukaan Kata Kunci: Jalan Hutan, Jaringan Jalan Hutan, Pembukaan Wilayah Hutan (PWH), Kerapatan Jalan Optimal (ORD).Wilayah Hutan (PWH), Kerapatan Jalan Optimal (ORD).;The way of the forest, a wild road netrowk, the op

  1. S1-2021-393973-Abstract.pdf  
  2. S1-2021-393973-Bibliography.pdf  
  3. S1-2021-393973-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-393973-Title.pdf